LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Terkait tahanan rumah, Keluarga Ba'asyir tunggu keputusan Jokowi

Dia menambahkan, jika ayahnya menjadi tahanan rumah maka perawatannya akan lebih baik. Termasuk jika nantinya akan ada petugas yang melakukan penjagaan selama 24 jam penuh.

2018-03-03 18:35:00
Abu Bakar Ba'asyir
Advertisement

Keluarga Ustaz Abu Bakar Ba'asyir masih menunggu kepastian dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait status tahanan rumah yang dijanjikan terhadap mantan pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mukmin, Dukuh Ngruki, Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Sukoharjo itu.

Putra Baasyir, Abdurrahim atau akrab disapa Ustaz Iim mengaku belum mendapatkan kabar resmi dari pemerintah terkait hal tersebut. Menurutnya, saat ini pihak keluarga belum mendapatkan kepastian kapan ayahnya akan pulang.

"Kami akan menunggu hingga beberapa hari ke depan. Tetapi, kalau nanti keputusan Presiden Jokowi tidak juga dilaksanakannya, kami tentu akan menanyakannya kembali," katanya kepada wartawan, Sabtu (3/3).

Advertisement

Dia menilai opsi menjadikan Ba'asyir sebagai tahanan rumah merupakan keputusan yang paling sesuai. Kendati demikian, pihak keluarga menginginkan agar Abu Bakar Ba'asyir dibebaskan.

"Yang terpenting bagi keluarga adalah bagaimana ustaz mendapatkan perawatan yang layak untuk kesehatannya," jelasnya.

Abdurrahim memikirkan agar Ba'asyir bisa mendapatkan haknya untuk hidup sehat dan layak. Pasalnya, selama berada di dalam penjara, lanjutnya, ayahnya tidak mendapatkan perawatan dengan baik.

Advertisement

"Untuk bisa mendapatkan perawatan yang layak di dalam penjara harus melalui beberapa prosedurnya," ujarnya.

Dia menambahkan, jika ayahnya menjadi tahanan rumah maka perawatannya akan lebih baik. Termasuk jika nantinya akan ada petugas yang melakukan penjagaan selama 24 jam penuh.

"Yang lebih penting bagaimana Ustaz Abu Bakar Ba'asyir bisa dirawat," tegasnya.

Abdurrahim mengaku, jika sebelumnya pihak keluarga mendapatkan tawaran untuk mengajukan grasi. Namun keluarga menolak dengan alasan yang disepakati oleh Ba'asyir.

"Kalau kami mengajukan grasi berarti kami mengaku bahwa beliau mengakui bersalah. Padahal selama ini beliau menolak setiap vonis hakim yang dijatuhkannya," tandasnya.

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.