LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Terjun ke Dapur Demi Para Tenaga Medis

Udiyono mendapat banyak hikmah selama melakukan aksi tersebut. Dia semakin akrab dengan masyarakat. Selain itu, masyarakat juga semakin dekat dengan polisi

2021-03-16 13:05:00
Polisi
Advertisement

Sudah lebih dari setahun, AKP SS Udiyono beraksi di dapur rumahnya. Meramu bahan makanan untuk kemudian dibagikan kepada tenaga medis yang berjuang menyelamatkan pasien yang terinfeksi Covid-19.

Berbekal pengalaman meracik bumbu masakan, Kapolsek Bawang, Banjarnegara ini memasak untuk para tenaga medis di dua puskesman yakni Puskesmas Bawang 1 dan Puskesmas Bawang 2.

Udiyono menceritakan, aksi sosialnya ini dilakukan seorang diri. Mulai dari memasak hingga menyajikan masakan kepada tenaga kesehatan. Aksi ini sudah dilakukan sejak kasus Covid-19 pertama muncul di Indonesia.

Advertisement

©2021 Istimewa

Aksi sosialnya ini tanpa paksaan. Tidak juga perintah dari atasannya. Awalnya Udiyono memasak di kantor kecamatan.

Advertisement

"Sejak Covid-19 pertama, sebulan Covid-19 pertama sudah dilakukan. Hanya saya melaksanakan," kata Udiyono kepada merdeka.com, Jumat (12/3).

Pagi hari Udiyono mulai berbelanja. Dia merogoh dana dari kantongnya sendiri. Kemudian dia menuju tempat untuk memasak, seperti puskesmas, balai desa atau terkadang di rumah warga.

"Biasanya jika tidak ada perintah, pagi, kadang kami ke puskemas, belanja kemudian masak di dapurnya puskemas. Kalau di balai desa, ya masak di balai desa. Ini saya pakai dana sendiri," kata Udiyono.

Masakan yang dibuat harus bergizi. Biasanya, dia membutuhkan waktu dua jam untuk membuat meracik masakan. Salah satu masakan yang pernah dibuat adalah sop gurame.

"Masak murah meriah tapi bergizi, seperti masak sop gurame sampai Rp300.000-an," kata Udiyono.

Biasanya Udiyono memasak tiga hari sekali, tidak hanya di puskesmas, tetapi juga di balai desa. Seiring berjalannya waktu, Covid-19 terus menyebar. Udiyono dan anggotanya dituntut terus berinovasi agar bisa bermanfaat untuk melindungi masyarakat di tengah wabah pandemi Covid-19.

Udiyono kini tak hanya memasak untuk tenaga medis. Dia juga menyediakan makanan untuk masyarakat yang terdampak Covid-19. Seperti pemulung dan masyarakat miskin lainnya. Udiyono biasa memasak untuk porsi 30 sampai 50 orang.

"Untuk masak ini murni dari saya pribadi. Kadang masak juga untuk masyarakat yang terdampak Covid-19, seperti pemulung, kami masakkan, minimal ada 35 orang, maksimal 50 orang. itu semua saya yang memasak," kata Udiyono.

Udiyono mengaku tidak ada beban selama melakukan aksinya ini. Bahkan dia mengaku sudah terbiasa memasak di Polsek. Agar lebih irit dan lebih sehat. Kebiasaannya ini juga diturunkan ke anggotanya.

"Kalau merasa kesulitan tidak ada dan sudah terbiasa memasak-masak," kata Udiyono.

Udiyono mendapat banyak hikmah selama melakukan aksi tersebut. Dia semakin akrab dengan masyarakat. Selain itu, masyarakat juga semakin dekat dengan polisi.

"Hikmahnya banyak, masyarakat kan tahu kami, apalagi terutama isu-isu pak polisi, karena kan viral di tv," kata Udiyono.

Baca juga:
Kenalkan Adnan Aljawi, Polisi Arab Saudi Saking Cinta Indonesia Tiap Hari Pakai Batik
Porsche Dikawal Dishub Ugal-ugalan dan Ditilang, Ini Penjelasan Polisi
Polda Metro Larang Polisi Kawal Konvoi Sepeda, Motor, Mobil Mewah dan Moge
CEK FAKTA: Hoaks Denda Tilang Mencapai Rp5 Juta
Hentikan Secara Menyeluruh Perang Suku di Tanah Papua!
Intip Penampilan Para Jenderal Polisi saat jadi 'Petani', Tetap Gagah Berwibawa
Potret Jenderal Polisi Bintang Dua Panen Kacang Panjang, Tetap Gagah Meski di Kebun

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.