Terjaring OTT KPK, 8 anggota DPRD Kalteng tiba di Jakarta
KPK menduga transaksi yang dilakukan kali ini bukanlah pertama. Disinyalir sebelumnya sudah ada pemberian suap pada anggota DPRD Kalteng yang melakukan pengawasan di bidang perkebunan dan lingkungan hidup tersebut.
Sebanyak 8 anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) serta enam pihak swasta yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT). Mereka kini telah tiba di Gedung KPK Kuningan Jakarta Selatan, Jumat (26/10).
Saat ini, 14 orang tersebut tengah diperiksa secara intensif oleh penyidik KPK.
"8 anggota DPRD Kalteng dan 6 pihak swasta sudah di KPK, pada mereka dilakukan pemeriksaan secara intensif," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK Kuningan Jakarta Selatan, Jumat (26/10).
KPK sebelumnya mengamankan 14 orang dalam operasi senyap di Jakarta. Tim penindakan KPK juga mengamankan barang bukti uang ratusan juta rupiah yang diduga terkait urusan perkebunan kelapa sawit di Kalteng.
KPK menduga transaksi yang dilakukan kali ini bukanlah pertama. Disinyalir sebelumnya sudah ada pemberian suap pada anggota DPRD Kalteng yang melakukan pengawasan di bidang perkebunan dan lingkungan hidup tersebut.
Saat ini, 14 orang yang terkena OTT masih berstatus sebagai saksi. KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum mereka.
"Penyidik memiliki waktu 1x24 jam untuk memeriksa 14 orang yang diamankan. Besok akan dijelaskan rinci soal konstruksi perkara," tambah Febri.
Reporter: Lisza Egeham
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
OTT anggota DPRD Kalteng diduga terkait suap perkebunan & lingkungan hidup
KPK OTT anggota DPRD Kalteng, 14 orang ditangkap termasuk swasta
Kasus jual beli jabatan, Bupati Cirebon patok tarif Rp 50 juta untuk camat
Penyidik KPK geledah ruang kerja Bupati Cirebon, amankan 2 koper
KPK tahan Bupati Cirebon Sanjaya atas dugaan gratifikasi Rp 6,4 miliar
Ekspresi Bupati Cirebon saat ditahan KPK