Terima limpahan dari Bareskrim, Polda Metro dalami korupsi underpass Soekarno-Hatta
Dugaan korupsi dalam proyek ini terendus setelah pada 5 Februari lalu, terjadi longsor di underpass Perimeter Selatan, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang tepatnya di jalur exit bandara. Peristiwa itu menimbulkan korban jiwa. Selain itu, sempat membuat operasional kereta Bandara Soekarno-Hatta dihentikan sementara.
Kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek underpass Bandara Soekarno-Hatta sedang didalami penyidik Mapolda Metro Jaya setelah dilimpahkan dari Mabes Polri. Ada apa tidaknya unsur korupsi, sedang diselidiki.
"Kami akan pelajari dulu berkasnya. Nanti kami teliti apakah ada dugaan korupsi atau kelalaian saja. Kalau sudah jelas nanti akan kami sidik," kata Kasubdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Bhakti Suhendarwan, kepada wartawan, Rabu (2/5).
Dugaan korupsi dalam proyek ini terendus setelah pada 5 Februari lalu, terjadi longsor di underpass Perimeter Selatan, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang tepatnya di jalur exit bandara. Peristiwa itu menimbulkan korban jiwa. Selain itu, sempat membuat operasional kereta Bandara Soekarno-Hatta dihentikan sementara.
Wakapolres Bandara Soekarno Hatta, AKBP Siwi Erma Andriyani, menyebutkan kasus robohnya underpass perimeter Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Banten ditangani oleh Subdit Tindak Pidana Korupsi Ditreskrimsus Polda Metro Jaya karena adanya dugaan korupsi dalam pembangunannya.
"Ada indikasi korupsi makanya ditangani Subdit Tipikor," kata AKBP Siwi di Mapolda Metro Jaya, Rabu (07/03).
Baca juga:
Jenguk korban bangunan roboh di Cirebon, Mendikbud berikan bantuan dari Jokowi
2 Sopir tewas usai truk tercebur saat jembatan Lamongan-Tuban ambrol
Jembatan penghubung Lamongan-Tuban ambrol, 3 truk dan motor tercebur ke sungai
Jembatan Widang penghubung Lamongan-Tuban ambrol
Dinding sarang burung walet roboh timpa sanggar seni, 7 orang tewas
Begini hotel ambruk yang tewaskan sepuluh orang di India
Atap gedung ambruk, RSAL Surabaya desak kontraktor tanggung jawab