Terduga teroris di Sumut tergabung kelompok Katibah Gonggong Rebus
Kelompok Katibah Gonggong Rebus (KGR) pimpinan Gigih Rahmat Dewa ini pernah berencana melakukan aksi terorisme di bawah kendali Bahrun Naim. Syafii berperan sebagai perekrut orang yang akan bergabung dalam kelompok itu.
Syafii (27), terduga teroris yang ditangkap di Sibiru-biru, Deli Serdang, Sumatera Utara, tergabung dalam kelompok Katibah Gonggong Rebus (KGR) pimpinan Gigih Rahmat Dewa. Mereka pernah berencana melakukan aksi terorisme di bawah kendali Bahrun Naim Anggih Tamtomo.
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Rina Sari Ginting mengatakan, Syafii bersama anggota KGR lainnya memfasilitasi 2 (dua) WNA Republik Rakyat Tiongkok (RRT) etnis Uyghur yang tergabung dalam jaringan teroris the East Turkestan Islamic Movement. Yaitu Ali alias Faris Kusuma alias Nu Mehmet Abdulah Cuma dan Doni Sanjaya alias Muhamad alias Halide Tuerxun. Keduanya masuk ke Indonesia dengan cara ilegal.
"Anggota KGR menyembunyikan keberadaan mereka selama di Batam," jelas Rina.
Selain itu, Syafii juga disangka mengetahui dan ikut serta dalam menjalankan atau mengelola Rafiqa Travel milik Rafiqa Hanum, istri Bahrun Naim alias Abu Aisyah. Dia juga mengikuti baiat pada ISIS bersama-sama anggota kelompok KGR pada Agustus 2016 di Sungai Ladi, Batam.
"Di dalam KGR, Syafii memiliki peran sebagai perekrut orang yang akan bergabung dalam kelompok itu," jelas Rina.
Seperti diberitakan, tim Densus 88 Antiteror bersama Polda Sumut meringkus Syafii di rumah orangtuanya di Jalan Deli Tua Dusun 3, Aji Baho, Sibiru-biru, Deli Serdang, Sumut, Rabu (21/12) sekitar pukul 12.00 WIB. Dalam penangkapan itu, Syafii tidak melakukan perlawanan.
Setelah ditangkap, Syafii dibawa ke Mako Sat Brimob Polda Sumut untuk diinterograsi.
"Rencananya besok akan diterbangkan menuju Jakarta," tandas Rina.
Baca juga:
Densus 88 juga bekuk terduga teroris di Payakumbuh Sumbar
Terduga teroris yang tertangkap di Sumut akan dibawa ke Jakarta
Densus 88 bekuk terduga teroris di Deli Serdang
Aksi Densus 88 kepung lokasi penggerebekan teroris di Tangsel
Jokowi bersyukur 3 teroris ditembak mati sebelum beraksi