Terduga teroris di Sumsel rencanakan serang Mako Brimob Depok
Tujuannya untuk membebaskan terduga teroris lain yang tengah ditahan.
Sebanyak 12 terduga teroris yang ditangkap tim Densus 88 Anti Teror dan Polda Sumsel telah menyiapkan strategi jitu untuk menyerang Mako Brimob, Depok, Jawa Barat. Tujuannya untuk melepaskan kawanan mereka yang lebih dulu ditangkap polisi.
Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara menjelaskan, strategi tersebut adalah memerintahkan dua anggota terduga teroris terlebih dahulu maju sebagai pengantin amaliah. Setelah keduanya tewas dan berhasil meledakkan bom dan dievakuasi petugas, anggota lain menyusul dengan melepaskan busur panah berisi bom ke sasaran.
Lalu, anggota berikutnya merampas senjata petugas dan kembali meledakkan bom dengan sasaran polisi menjadi korban. Dari situ, kelompok yang lain menyelamatkan para teroris lain ditahan di Mako Brimob Depok.
"Rencana mereka seperti itu, ada serangan bergelombang," ungkap Zulkarnain, Jumat (15/12).
Agar rencana itu berhasil, kata dia, kelompok ini terlebih dahulu menguji coba serangan ke Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU), Sumsel. Pelaku utamanya adalah seorang anak baru gede (ABG) berusia 15 tahun berinisial JW alias FJ dibantu beberapa anggotanya.
"Target utamanya adalah Mako Brimob Depok, sedangkan Mapolres OKU hanya uji coba. Jika berhasil akan direkrut anggota baru," kata dia.
Menurut Zulkarnain, serangan terhadap Mako Brimob Depok bertujuan untuk membebaskan rekan-rekannya yang ditahan karena terlibat dalam kasus teror di beberapa daerah di Indonesia.
"Istilah mereka ada ikhwan-ikhwan, mereka itu yang mau dilepaskan," ujarnya.
Tim Densus 88 Anti Teror dan Polda Sumsel melakukan penangkapan terhadap 12 terduga teroris di wilayah Sumsel. Pelaku yang pertama kali ditangkap yakni berinisial AK alias YZ (29) dan MS (27), warga Desa Pulau Semambu, Kecamatan Indralaya Utara, Ogan Ilir, Minggu (10/12) dini hari. Lalu, AB alias IM di Talang Keramat, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin, Sumsel, yang ditangkap pada Minggu (10/12) pukul 05.00 WIB.
Siang harinya, petugas bergerak ke Desa Lacah, Kecamatan Lubai Ulu, Muara Enim, Sumsel, untuk meringkus dua pelaku lain, yakni SG alias AF dan ST alias AJ, dan IM alias AB warga Kelurahan Talang Keramat, Banyuasin.
Mereka diduga sebagai pemasok senjata api bagi jaringan teroris Jemaah Anshorut Tauhid (JAT) dan jaringan Jemaah Anshorut Khilafah (JAK). Ada juga yang melarikan diri saat penangkapan teroris di Jambi. Tujuh di antaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka.
Baca juga:
Kabur saat digerebek, sejumlah terduga teroris di Sumsel terus diburu Densus 88
ISIS akhirnya buka suara tanggapi pengakuan Trump soal Yerusalem
Saudi kucurkan Rp 1,6 triliun lebih buat perangi teroris di Afrika
Disiapkan serang Mapolres OKU, ABG 15 tahun didoktrin jadi 'pengantin' amaliah
12 Terduga teroris berencana serang Mapolres OKU pakai panah berisi bom