Terduga teroris di Cirebon berniat terbang ke Marawi usai beraksi
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, dari pemeriksaan sementara, usai melancarkan aksinya di Cirebon, IM memang akan bertolak ke Marawi, Filipina basis para militan ISIS.
Pemeriksaan sementara terhadap IM (31) terduga teroris di Kota Cirebon diketahui berafiliasi dengan kelompok ISIS di bawah pimpinan Bahrun Naim.
IM ditangkap Aparat Densus 88 ditangkap usai berencana melakukan penyerangan jelang kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Bandara Cakrabhuwana, Kota Cirebon.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, dari pemeriksaan sementara, usai melancarkan aksinya di Cirebon, IM memang akan bertolak ke Marawi, Filipina basis para militan ISIS.
"Memang setelah melakukan aksi di Cirebon mereka akan berangkat ke Marawi, dengan rekan-rekannya yang lain dan masih dalam pengejaran Tim Densus 88. Kita masih dalami," kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus, di Bandung, Rabu (20/9).
Dia juga menyebut, IM merupakan kelompok JAD Jawa Barat. Kelompok ini bagian dari serangkaian teror yang pernah menyerang beberapa tempat di Indonesia salah satunya serangan teror di Thamrin, Jakarta pada Januari 2016 lalu.
IM juga diduga terlibat dalam aksi bom paku yang menyasar tvOne Bandung pada pergantian tahun 2016 lalu. Menurutnya, Densus 88 saat ini terus melakukan pengejaran terhadap kelompok IM ini. Sebab, basis IM cukup kuat dengan keterkaitan JAD di Jawa Barat.
"Saat ini kita tengah melakukan pengejaran terhadap pimpinan JAD Jabar, mudah-mudahan sesegera mungkin kita menangkapnya," tandasnya.(mdk/rzk)