Terduga teroris di Bantul bekerja sebagai pembuat dan penjual panah
Terduga teroris di Bantul bekerja sebagai pembuat dan penjual panah. Panah tersebut dijual Gutomo secara online.
Densus 88 mengamankan seorang terduga teroris bernama Gutomo, Rabu (11/7) sore. Gutomo diamankan di daerah Dusun Kerto Tengah, Pleret, Kabupaten Bantul.
Kepala RW 08, Dusun Kerto Tengah, Mujiyono mengatakan, jika Gutomo sudah tiga tahun tinggal di wilayahnya. Menurut Mujiyono, Gutomo bukanlah warga asli wilayah tetapi mengontrak rumah.
"Dia mengontrak di sini sudah tiga tahun. Awal-awal ngontrak di sini itu (Gutomo) sempat ikut kumpulan. Tapi cuma sekali perkenalkan saja. Kalau bilangnya asal Karangkajen, (Kota Yogyakarta)," ujar Mujiyono, Kamis (12/7).
Mujiyono menerangkan selama tinggal di wilayahnya, Gutomo bekerja sebagai pembuat dan penjual panah. Panah tersebut dijual Gutomo secara online.
"Kebetulan Pak Gutomo (profesinya) bikin panah. Panah buatan Gutomo dijual secara online. Tidak dipasarkan di sekitar sini. Kalau ada pesanan, baru dikirim," kata Mujiyono.
Mujiyono menambahkan saat penggerebekan oleh Densus 88, sejumlah busur, anak panah, dan peralatan untuk memproduksi panah juga dibawa. Selain itu ada barang lain seperti komputer, buku-buku, senapan angin, dan kamera digital yang juga diamankan oleh Densus 88.
"Satu gepok anak panah dibawa sama polisi. Alat buat bikin panahnya juga dibawa," tutup Mujiyono.
Baca juga:
Densus 88 tangkap 4 terduga teroris di DI Yogyakarta
Senapan angin dan panah ditemukan di rumah terduga teroris di Bantul
Dua warga Bantul diamankan Densus 88
Terduga teroris yang ditangkap di Sleman penjual martabak dan donat
Densus 88 dikabarkan tangkap seorang pria terduga teroris di Bantul
Pria yang ditangkap Densus 88 di Bantul sehari-hari berjualan bakso
Sempat diamankan, istri dan anak terduga teroris di Sleman dilepas polisi