LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Terdampar di Berau, WN Filipina mengaku kapal rusak saat mengantar keponakan

Dalam interogasi lanjutan di kantor Imigrasi, juga diperoleh keterangan ketiganya sedang mengantar keponakan, dari Tawau Malaysia menuju Bongao, wilayah Tawi-tawi, Filipina.

2018-02-25 02:02:00
Imigran Gelap
Advertisement

Tiga warga negara Filipina yang terdampar di pulau Maratua, Berau, Kalimantan Timur, siang tadi tiba di kantor Imigrasi Kelas III Tanjung Redeb, Berau. Pihak imigrasi langsung mendalami identitas ketiganya dengan berkoordinasi ke Konjen Filipina di Manado.

"Setelah diserahkan ke kami, kami dalami proses identitas kewarganegaraannya. Apakah benar Filipina, atau Malaysia," kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Tanjung Redeb Muhammad Kacung melalui keterangan resmi di Tanjung Redeb, Sabtu (24/2).

Kacung menerangkan, setelah mendapay kepastian tentang kewarganegaraan ketiga WN Filipina itu, pihaknya juga akan mencarikan alamat keluarga ketiganya di Filipina. "Kita akan kirim surat ke Konjen RI di Manado," ujar dia.

Advertisement

Dia menuturkan, berdasarkan informasi awal, ketiganya mengaku sebagai warga Filipina. "Itu harus kita dalami dulu, soal dokumen kewarganegaraan," ungkap Kacung.

Dalam interogasi lanjutan di kantor Imigrasi, juga diperoleh keterangan ketiganya sedang mengantar keponakan, dari Tawau Malaysia menuju Bongao, wilayah Tawi-tawi, Filipina.

"Empat hari kami di laut, mau antar keponakan, dan kapal rusak," kata Billy, satu dari ketiga WN Filipina, dalam logat bahasa Malaysia.

Advertisement

"Mesin rusak di perjalanan, lalu terdampar di Maratua. Nanti, setelah jelas kewarganegaraannya, akan kita pulangkan ke negara asal," tambah Kacung.

Diketahui, aparat gabungan TNI dan Polri, mengamankan 3 warga Filipina, di Pulau Maratua, Berau, Kalimantan Timur, Jumat (23/2) pagi kemarin. Kapal yang digunakan ketiganya terdampar di pulau itu, akibat cuaca buruk di perairan, dari Tawau Malaysia menuju Tawi-tawi Filipina. Akhirnya, mereka terdampar di Maratua dan menginap di penginapan.

Ketiga WN Filipina itu adalah :

1. Nama : BILLY bin ALAN
TTL : Bongao (Filipina), 25 Februari 1977
Suku/WN : Solok / -
Agama : Islam
Pekerjaan : Nelayan
Alamat : Jln. Apas, Batu 4 Tawau, Malaysia

2. Nama : SALEH bin MANIK
TTL : Bongao (Filipina), 01 Januari 1975
Suku/WN : Solok/-
Agama : Islam
Pekerjaan : Nelayan
Alamat : Jln. Apas, Batu 4 Tawau, Malaysia

3. Nama : ALBIN bin ADO’
TTL : Bongao (Filipina), 10 Februari 1997
Suku/WN : Solok/Filipina
Agama : Islam
Pekerjaan : Nelayan
Alamat : Lamiyun, Bongao, Filipina

Baca juga:
Diserbu imigran Venezuela, Pemerintah Kolombia jaga ketat perbatasannya
Tolak dideportasi, imigran Afrika di Israel gelar aksi mogok makan
Ratusan imigran di Makassar datangi kantor UNHCR menuntut kebebasan
Kisah cinta pencari suaka
Beda nasib imigran di Indonesia
88 Calon TKI ilegal diamankan dari balai penampungan di Jakarta Timur

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.