Terdakwa korupsi Alquran akui PBS adalah Priyo Budi Santoso
PBS disebut-sebut dalam rekaman percakapan telepon hasil sadapan KPK terhadap Zulkarnaen Djabar dan Fahd A Rafiq.
Terdakwa kasus korupsi pengadaan laboratorium komputer madrasah tsanawiyah, dan penggandaan Alquran di Kementerian Agama, Zulkarnaen Djabar akhirnya mengakui inisial PBS adalah Priyo Budi Santoso. Dia mengakui hal itu setelah didesak jaksa penuntut umum dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (25/4).
Sebelumnya, JPU memperdengarkan rekaman percakapan telepon hasil sadapan KPK pada 28 September 2011, antara Zulkarnaen dan saksi Fahd El Fouz alias Fahd A. Rafiq. Dalam rekaman itu, Fahd nampak kebingungan lantaran perusahaan yang dia bawa, PT A3I, terancam kalah dalam lelang proyek penggandaan Alquran pada 2011.
Di dalam rekaman itu, Zulkarnaen menyarankan Dendi segera menghubungi Wakil Ketua DPR fraksi Partai Golkar, Priyo Budi Santoso, jika memang situasi proyek itu rumit. Usai rekaman diputar, jaksa Kemas Abdul Roni bertanya kepada Zulkarnaen.
"Siapa itu Priyo dan apakah PBS adalah Priyo Budi Santoso?," tanya Jaksa Roni.
"PBS ya Priyo Budi Santoso," jawab Zulkarnaen.
Jaksa Roni pun mencecar Zulkarnaen kenapa Priyo dilibatkan dalam perkara itu. Menurut Zulkarnaen, dia menyarankan Fahd berbicara langsung dengan Priyo soal hambatan dalam proyek.
"Waktu itu kalau enggak salah ingat saja, Pak Dirjen (Nasaruddin) sedang dibicarakan sebagai Wakil Menteri Agama. Saya merasa risih atau setidaknya mulai merasa tidak enak, karena ini bukan proyek saya. Saya terbuka saja, lebih baik pak Priyo saja yang dihubungi. Supaya bisa bicara dengan pak Nasaruddin," ujar Zulkarnaen.
Pada saat itu, PT Adhi Aksara Abadi Indonesia terancam kalah dari PT Macanan Jaya Cemerlang. PT Macanan ternyata menawarkan ongkos percetakan Alquran lebih murah ketimbang PT A3I.
Lantas, Zulkarnaen mengatakan pemilik PT Macanan adalah non-muslim. Sehingga dikhawatirkan dia tidak menghormati dalam pencetakan Alquran. Selain itu dikhawatirkan bisa salah cetak, dan membuat keresahan umat Islam.
Kemudian, Zulkarnaen mengatakan PT A3I adalah perusahaan pemenang tahun lalu. Pernyataan Zulkarnaen itu baru terucap kali ini, lantaran sebelumnya dia menolak berbicara soal itu.(mdk/dan)