Terapi stroke di Pantai Bahtera Jaya Ancol, pria paruh baya tewas tenggelam
Terapi stroke di Pantai Bahtera Jaya Ancol, pria paruh baya tewas tenggelam. Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 11.20 WIB. Keluarga tak bisa berbuat banyak saat mendapati korban terseret ombak.
Kusnan (58) tewas tenggelam di Pantai Bahtera Jaya, Ancol Timur, Pademangan, Jakarta Utara siang tadi. Saat itu, pria paruh baya tersebut sedang melakukan terapi stroke di bibir pantai.
"Korban sedang terapi sakit stroke lima meter dari pinggir pantai, tiba-tiba tidak terlihat dan dinyatakan tenggelam," ujar Komandan Tim SAR Jakarta Aprianto, Jakarta, Minggu (9/9).
Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 11.20 WIB. Keluarga tak bisa berbuat banyak saat mendapati korban terseret ombak.
Tim gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta dan Kantor SAR Jakarta yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian dan melakukan pencarian.
"Kemungkinan besar karena ombak dan di bawah ada pasir yang mengakibatkan korban tertarik oleh air atau pasir di bawah," katanya.
Proses pencarian berlangsung sekitar tiga jam. Petugas sendiri telah menyiapkan empat orang penyelam untuk mengevakuasi jenazah korban yang telah ditemukan berada di dasar laut atau sekitar 20 meter dari bibir pantai.
Namun pengangkatan jasad warga Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara itu cukup dilakukan oleh dua orang penyelam. Dia diangkat dari kedalaman lima meter dalam kondisi sudah tak bernyawa.
"Kondisi (jasad) korban masih normal, tidak ada indikasi luka-luka. Korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo," ucap Aprianto.
Reporter: Nafies Rambu Rabbani
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Satu lagi, balita korban tenggelam di Kali Cikarang ditemukan tewas
2 Hari tenggelam di Sungai Musi, bocah PAUD ditemukan meninggal dunia
2 Balita terseret arus Kali Cikarang, 1 ditemukan tewas
3 Pelajar SMP tewas tenggelam di Danau Toba
Arif ditemukan tewas usai jatuh ke laut saat mengelas kapal tongkang
Tidur di pinggir got di Sunter, pria tanpa identitas tercebur dan tewas