LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Temui pimpinan DPR & Komisi III, Tim Pengacara Muslim adukan ketidakadilan napiter

Tim Pengacara Muslim juga mendapat laporan mengenai penangkapan disertai surat penahanan. Namun, setelah ditelusuri tak jelas keberadaan lokasi penangkapan dan penahanannya.

2018-10-22 20:55:02
Terorisme
Advertisement

Koordinator Tim Pengacara Muslim (TPM) Achmad Michdan menemui Wakil Ketua DPR Fadli Zon serta Komisi III membahas laporan warga tersangka napiter. Achmad mengatakan, sejak adanya Undang-undang anti teroris telah terjadi penangkapan-penangkapan yang tidak sesuai prosedur.

"Dari proses penangkapan yang melebihi 200 itu, 20 persen menghubungi kami meminta bantuan. Yang suaminya ditangkap kesulitan mengetahui di mana posisi suaminya," kata Michdan di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (22/10).

Tim Pengacara Muslim juga mendapat laporan mengenai penangkapan disertai surat penahanan. Namun, setelah ditelusuri tak jelas keberadaan lokasi penangkapan dan penahanannya.

Advertisement

"Meskipun ada yang mendapat surat penangkapan, tapi setelah dikonfirmasi enggak di situ. Ada juga yang ditangkap ada surat penangkapan penahananya, tetapi tidak jelas di mana dia berada. Itu sesuatu yang menurut kami tidak transparan," kata dia.

Michdan juga melaporkan keluhan mengenai nasib para napi terduga teroris yang ditangkap mengalami ketidakadilan dalam jeruji penjara. Para narapidana itu mengalami sakit serius namun tak mendapat perawatan.

"Ada juga yang napiter, di mana setelah pascakejadian Mako Brimob dan bom di Surabaya, sebagian langsung dikirim ke Nusakambangan dan balik ke Gunung Sindur. Banyak yang menderita sakit serius, seperti kelumpuhan, terseok-seok bahkan tidak bisa bangun," kata dia.

Advertisement

Dia berharap pemerintah yang berwenang dapat memperhatikan masalah ini. "Kita ingin supaya melalui Pak Fadli dan Komisi III dapat memperhatikan hak-hak kesejahteraan para napi yang sebetulnya harus diperhatikan. Mereka harus dapat pelayanan kesehatan," kata dia.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPR Fadli Zon pun mengatakan, DPR akan menjalankan tugasnya dalam menindaklanjuti aspirasi rakyat agar UU yang diterapkan sesuai aturan.

"Ini bisa jadi semacam pola yang kita harapkan DPR mempunya fungsi pengawasan harus mengawasi jangan sampai pola melanggar UU," kata Fadli.

Baca juga:
Ganjar minta santri jihad lawan radikalisme hingga gerakan merongrong Pancasila
Wapres JK ajak negara Asia-Eropa bekerja sama tumpas akar terorisme
Menhan tingkatkan kerja sama dengan negara-negara ASEAN lawan teroris
23 Tersangka teroris di Jatim diboyong ke Jakarta
BNPT: Peran pemerintah daerah sangat penting dalam isu radikalisme
Densus 88 tembak mati 2 terduga teroris di Tanjung Balai
Polisi buru 1 'calon pengantin' jaringan teroris Syaiful

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.