Temui Ma'ruf Amin, Pengurus PWNU Jabar Deklarasi Dukung Paslon 01
Wakil Rais Syuriah PWNU Jawa Barat, Abun Bunyamin Ruhiyat bersama dengan rombongannya bersilaturahmi ke kediaman calon wakil presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin. Silaturahmi ini juga dibarengi deklarasi dukungan PWNU Jabar untuk Paslon 01.
Wakil Rais Syuriah PWNU Jawa Barat, Abun Bunyamin Ruhiyat bersama dengan rombongannya bersilaturahmi ke kediaman calon wakil presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin. Silaturahmi ini juga dibarengi deklarasi dukungan PWNU Jabar untuk Paslon 01.
"Kami berharap bahwa bukan hanya beliau sebagai calon, tapi kami ingin beliau menjadi wakil presiden di waktu yang kan datang untuk RI 2," ujar Abun di Jl. Situbondo, Menteng, Jakarta, Selasa (11/12).
Menurutnya, usaha memenangkan Paslon 01 di Jawa Barat nanti tentunya tidak ringan. Sebab, Prabowo dulu menang di Jawa Barat saat Pemilu 2014. Namun, Abun tetap optimis Paslon 01 dapat menang di Jawa Barat.
"Setelah dari sini, kami semua akan bergerak di kecamatan sampai ranting untuk menggolkan pasangan nomor satu, untuk menang secara mutlak di seluruh Jawa Barat," tandasnya.
Di samping itu, Ma'ruf mengaku senang akan dukungan yang didapatnya. Ia juga menegaskan agar kontestasi berlangsung dengan baik.
"Tetapi seperti sering kali saya sampaikan, bahwa di samping kita harus menang, kita juga harus menjaga suasana yang kondusif. Dilakukan cara beradab santun, jangan menggunakan cara-cara yang tidak beradab, fitnah, haoks, ujaran kebencian, dan hal-hal yang tidak terpuji," ujar Ma'ruf.
"Karena itu jangan juga terprovokasi oleh pihak-pihak tertentu yang membuat gaduh suasana. Kita tetap menjaga kondusivitas dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara," lanjutnya.
Reporter: Ratu Annisa Suryasumirat
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Ma'ruf Amin Cerita Kesukaannya Dengan Klub AC Milan
Jokowi-Ma'ruf Masih Harus Kerja Keras di Jabar dan Sumatera
Cawapres Ma'ruf Amin Sempatkan Baca Koran Tiap Pagi Sebelum Beraktivitas
Ma'ruf Amin Gembira Dapat Dukungan dari DPW PAN Kalsel
Ma'ruf Amin: Tidak Ada Kriminalisasi Ulama