Temuan Sekarung e-KTP, Dirjen Dukcapil Pastikan Tak Ada Sistem Keamanan yang Jebol
Ribuan keping KTP elektronik asli dibuang di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur. Ribuan e-KTP tersebut dibungkus dalam sebuah karung.
Ribuan keping KTP elektronik atau e-KTP asli dibuang di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur. Ribuan e-KTP tersebut dibungkus dalam sebuah karung.
Akibat kejadian ini, Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakrullah berkoordinasi dengan Bareskrim Mabes Polri. Zudan melakukan audiensi dengan jajaran Bareskrim Polri.
Dengan adanya temuan ini, termasuk temuan pemalsuan KTP elektronik di Pasar Pramuka, Zudan memastikan sistem keamanan data kependudukan aman, termasuk juga data kependudukan tak ada yang bocor.
"Yang perlu saya tegaskan adalah bahwa tidak ada sistem keamanan yang jebol, tidak ada data yang bocor karena yang terjadi KTP elektronik yang dipalsukan yang tidak terkoneksi dengan data center," jelasnya saat konferensi pers di Kantor Divisi Humas Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (10/12) siang.
Zudan menegaskan semua bentuk penyalahgunaan dokumen negara adalah tindak pidana. Karena itulah pihaknya langsung berkoordinasi dengan Mabes Polri.
Ada empat perkara yang dikoordinasikan yaitu penjualan blangko KTP elektronik online, ditemukannya calo yang menawarkan jasa pembuatan duplikat KTP elektronik, pemalsuan KTP elektronik di Pasar Pramuka dan pembuangan KTP elektronik asli di wilayah Duren Sawit.
"Kami telah berkomitmen untuk memberikan data-data terkait hal di atas untuk kepentingan penyidikan. Semua data yang dibutuhkan Polri akan kami berikan," jelasnya.
Dari empat kasus di atas, Zudan mengatakan pelaku penjualan blangko secara online sudah terungkap. Ada 10 keping yang dijual melalui toko online. Selain itu calo pembuatan KTP secara online juga telah terungkap.
"Yang dijual di toko online adalah blangko kosong. Yang dipalsukan di Pasar Pramuka sekali lagi adalah palsu. Datanya juga data palsu. Di Duren Sawit itu KTP yang sudah cetak 2011, 2012 dan 2013," sebutnya.
"Semua ini adalah murni tindak pidana dan tidak terkait dengan hal-hal kepemiluan dan tidak mengganggu tahapan Pemilu," sambungnya.
Diberitakan sebelumnya, sebuah karung berisikan e-KTP ditemukan warga di Jalan Karya Bakti VI, depan musala RT 003 RW 011, kawasan Bojong Rangkong, Pondok Kopi. Saat ini, barang bukti diamankan di Polsek Duret Sawit.
Baca juga:
Komisi II DPR Nilai e-KTP yang Tercecer Sulit Disalahgunakan
Polisi Didesak Segera Ungkap Motif Sekarung e-KTP Tercecer di Duren Sawit
E-KTP Tercecer di Bogor & Jaktim, Mendagri Curiga Pelakunya Orang yang Sama
Mendagri Cium Motif Politik di Balik Tercecernya e-KTP di Duren Sawit
Temuan Sekarung e-KTP, Gerindra Pertanyakan Kerja Dirjen Dukcapil
Dirjen Dukcapil Datangi Bareskrim Bahas Temuan Blangko e-KTP Tercecer