Tekan Penyebaran Virus Corona, Pemkot Bekasi Terapkan Isolasi Kemanusiaan
Pemkot Bekasi juga menekankan kepada rumah makan supaya hanya melayani dibungkus atau dibawa pulang.
Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, mengatakan pihaknya memberlakukan isolasi kemanusiaan di wilayahnya untuk menekan penyebaran virus corona atau covid-19. Rahmat menolak upayanya itu disebut sebagai lockdown.
"Isolasi kemanusiaan sama saja dengan karantina terbatas. Sudah mulai di beberapa titik," kata Rahmat Effendi di Bekasi, Senin (30/3).
Menurut dia, isolasi kemanusiaan untuk membatasi pergerakan orang demi menghindari kerumunan yang berpotensi menjadi celah penularan virus corona. Pemerintah juga menekankan kepada rumah makan supaya hanya melayani dibungkus atau dibawa pulang.
Rahmat mengatakan, jumlah orang positif Corona di wilayahnya sekarang telah mencapai 34 orang, 19 di antaranya terdeteksi lewat tewas massal menggunakan rapid tes pada pekan lalu. Status pun meningkat dari siaga menjadi darurat bencana corona.
"Artinya sudah menyebar sedemikian, kepada seluruh masyarakat Kota Bekasi saya berikan nama isolasi kemanusiaan. Isolasi kemanusiaan itu kita proteksi dari lingkungan RW, RT," kata dia.
Isolasi kemanusiaan, kata dia, sudah banyak dilakukan di sejumlah komplek perumahan. Bahkan, sejumlah pintu masuk komplek, warga menuliskan poster "lockdown". Hal ini, menurut Rahmat, mendapatkan respons positif dari Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.
"Beliau mengucapkan apresiasi, karena memang yang diharuskan begitu," ujar dia.
Baca juga:
Usul Karantina Wilayah DKI, Anies Serahkan Keputusan Pada Jokowi
Warga Kaltim Peserta Ijtima di Gowa yang Diisolasi Bertambah Jadi 3 Orang
Cegah Penyebaran Covid-19, Pertamina Imbau Pelanggan Bayar Non Tunai di SPBU
Anies Pastikan 5 Sektor Ini Tetap Beroperasi Bila Karantina Wilayah Diizinkan
Fraksi PPP Minta DPR Segera Rampungkan RUU Pemasyarakatan
Ridwan Kamil Potong Gaji Sendiri & ASN Pemprov Jabar untuk Penanganan Corona