LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Tegang dengan polisi, buruh mau ke Balai Kota bubar setelah digertak

Unjuk rasa buruh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) akhirnya berakhir. Itupun setelah pihak kepolisian menggertak mereka untuk bubar.

2017-11-10 20:19:06
Demo Buruh
Advertisement

Unjuk rasa buruh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) akhirnya berakhir. Itupun setelah pihak kepolisian menggertak mereka untuk bubar.

Setelah mereka meninggalkan Kementerian Perhubungan, buruh memaksa kembali ke Balai Kota. Namun, negosiasi tidak dikabulkan, mengingat ketentuan batas aksi pada pukul 18.00 telah dilewati.

Pantauan merdeka.com, Jumat (10/11) polisi dan buruh saling berhadapan. Suasana tegang. Puluhan personel dan dua mobil water cannon, disiagakan dan memblokade jalur buruh menuju Balai Kota. Tepatnya di depan pintu masuk lapangan IRTI Monas, Jalan Medan Merdeka Selatan.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Suyudi Ario Seto mengambil alih komando. Dia memerintahkan para buruh yang tidak mau meninggalkan lokasi untuk bubar.

Demo buruh di Balai Kota ©2017 Merdeka.com/Ahda Bayhaqi

Advertisement


"Anda sudah berkomitmen setelah salat magrib membubarkan diri. Apabila tidak mau membubarkan diri terpaksa kita membubarkan paksa. Saya beri waktu lima menit," ujar Suyudi di mobil komando polisi.

Gertakan itu pun berhasil. Komando buruh melunak dan setuju untuk kembali ke tempat asal. Mobil komando mereka mutar arah menuju arah sebaliknya lantaran jalan ke depan terhadang blokade polisi.

Sekitar pukul 19.40 WIB, para buruh berangsur berkurang. Mereka saling absen untuk menuju kendaraan untuk pulang.

Adapun tujuan buruh awalnya adalah menginap di area Balai Kota. Itu mereka lakukan lantaran tidak diperbolehkan menuju Istana Negara. Tuntutan mereka bertemu presiden tidak dipenuhi.

Tentunya rencana itu ditentang oleh pihak pengamanan. Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Suyudi Ario Seto melarang para buruh untuk menginap.

"Enggak boleh nginep, enggak boleh," ujarnya saat setelah massa meninggalkan Jalan Medan Merdeka Barat.

Baca juga:
Gubernur DKI Anies akui ada kontrak politik dengan para buruh
Digertak polisi, demo buruh di Balai Kota akhirnya bubar
Tuntut UMP Rp 3,9 juta, buruh sebut subsidi Anies-Sandi salah sasaran
Jika tuntutan tak dipenuhi, buruh akan demo berjilid seperti Aksi Bela Islam
Ribuan buruh geruduk Balai Kota tolak nominal UMP 2018
Tolak pemberian air dari Polwan, buruh nyinyir sisa kondangan Jokowi

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.