Tawuran pelajar dan mahasiswa karena kurang pendidikan moral
Tawuran dipandang sebagai perbuatan pengecut dan bukan kesatria.
Budayawan, Franz Magnis Suseno menilai, tawuran yang terjadi di kalangan pelajar dan mahasiswa akhir-akhir ini disebabkan pendidikan moral yang lemah. Menurut dia, pendidikan moral terlalu terfokus pada kesadaran akan kewajiban.
"Pendidikan moral saat ini terlalu terfokus pada pembagian kewajiban, seharusnya sudah mengarah pada kesadaran akan tanggung jawab," ujar Franz dalam diskusi bertajuk 'Kekerasan vs Budaya Bangsa' di Gedung Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhannas), Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (12/10).
Franz mengatakan, potret pendidikan Indonesia saat ini kurang menanamkan sikap fairness. Sehingga tidak tertanam jiwa ksatria dalam diri pelajar.
"Yang menyedihkan itu bukan pada tawurannya, tetapi tidak ada sifat ksatria. Jika sudah ada yang kalah dalam tawuran, malah diinjak-injak bahkan sampai ditusuk," tutur Franz.
Selanjutnya, Franz menilai lembaga pendidikan dan pemerintah perlu melakukan perubahan terhadap kebijakan pendidikan. Hal ini guna mengurangi unsur kekerasan yang terdapat dalam dunia pendidikan saat ini.(mdk/ian)