Tarik Pelanggan, Rumah Makan di Kupang Pajang Foto Gubernur NTT dari Masa ke Masa
Anggota Pospol Kanaan, Polres Kupang Kota, Bripka Supriadi Nurdin dan istrinya, Maria Fatimah membangun usaha sebuah rumah makan yang diberi nama coto Makassar Tall'a. Mengambil lokasi di jantung Kota Kupang, Bripka Supriadi Nurdin yang biasa disapa Paman Nurdin memberikan nuansa lain bagi rumah makannya.
Anggota Pospol Kanaan, Polres Kupang Kota, Bripka Supriadi Nurdin dan istrinya, Maria Fatimah membangun usaha sebuah rumah makan yang diberi nama coto Makassar Tall'a. Mengambil lokasi di jantung Kota Kupang, Bripka Supriadi Nurdin yang biasa disapa Paman Nurdin memberikan nuansa lain bagi rumah makannya.
Dia menyiapkan wisata sejarah sederhana, yakni memajang potret gubernur NTT dari masa ke masa di rumah makan yang beralamat di lantai II Ruko Jalan Urip Sumohardjo, persis depan Bank Mandiri, Kelurahan Merdeka, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang.
"Saya memang asli Makassar, tapi istri saya berasal dari Kabupaten Belu dan kabupaten Sabu Raijua. Saya sengaja memajang foto para gubernur NTT untuk mengingatkan kembali sejarah NTT. Kebanyakan generasi sekarang lupa para gubernur yang pernah memimpin NTT," kata Nurdin ketika ditemui di rumah makannya, Jumat (1/10).
Rumah makan tersebut ditata secara rapi dan menarik. Dia memajang dua akuarium besar lengkap dengan ikan hias. Nuansa hijau membuat segar suasana dalam warung makan.
Bagian depan dibiarkan terbuka, sehingga pengunjung pun tidak gerah saat menikmati coto Makassar yang dihidangkan.
Pada dinding rumah makan, Nurdin memasang foto para gubernur sejak provinsi NTT terbentuk pada tahun 1958. Ada foto Wiliam Johan Lalamentik, gubernur NTT periode 1958-1966. Kemudian potret Elias Tari, gubernur periode 1966-1978.
Ada juga foto gubernur dr. Aloysius Ben Mboy, gubernur NTT periode 1978-1988. Foto dr. Hendrikus Fernandez, gubernur NTT masa 1988-1993.
Selanjutnya foto Mayjen TNI (Purn) Herman Musakabe, gubernur NTT periode 1993-1998.
Ada pula foto Piet A Tallo, gubernur NTT dua periode masa 1998-2008. Kemudian foto Frans Lebu Raya, gubernur NTT periode 2008-2018 serta gubernur NTT saat ini, Viktor Bungtilu Laiskodat yang menjabat sejak tahun 2018 lalu.
Nurdin bercerita, ketika sore hari ia memajang foto para mantan gubernur NTT ini, malamnya saat tidur, istrinya bermimpi didatangi seorang pria bertubuh besar dan berambut perak.
"Kepada istri saya, pria tersebut meminta agar kami pasang kaca pada bagian depan. Istri saya sendiri tidak mengenali pria tersebut," ujarnya.
Namun pria dalam mimpi Maria Fatimah ini mirip mantan gubernur NTT Piet A. Tallo yang sudah meninggal dunia pada tahun 2008 lalu.
Nurdin mengaku mencari foto dan biodata para gubernur NTT dari media sosial. Menurutnya, beberapa pengunjung dan anaknya sering bertanya saat melihat foto-foto mantan gubernur NTT yang dipajang di rumah makannya.
Nurdin dan istrinya pun menjelaskan soal kiprah dan masa jabatan para mantan gubernur ini. Nurdin menyadari, walaupun ia pendatang namun ia ingin mengingatkan generasi masa kini dan pengunjung rumah makannya, soal para mantan gubernur yang memiliki jasa membangun NTT.
"Saya anggap mereka (para mantan gubernur NTT) sebagai orang tua saya, dan saat pengunjung datang untuk makan maka mereka bisa mengenang kembali para pemimpin di daerah ini," pungkasnya.
Dia mengakui, belum pernah melihat rumah makan di Kota Kupang yang menyiapkan konsep kuliner sambil wisata sejarah seperti ini.
Ia berharap, dengan keberadaan potret para mantan dan gubernur NTT saat ini, masyarakat yang datang berkunjung ke rumah makannya tidak melupakan sejarah.
Rumah makan coto Makassar Tall'a yang buka setiap hari mulai pukul 10.00 WITA hingga pukul 20.00 WITA. Menu yang disediakan ada coto Makasar, mie titi, ayam lalapan dan bakso. Harga makanan pun cocok untuk masyarakat ekonomi menengah ke bawah.
Untuk coto Makasar dijual per paket Rp 25.000 terdiri dari coto, nasi atau ketupat dan teh. Mie titi dilengkapi dengan pentolan dan udang. Sementara bakso dan teh dihargai Rp15.000.
Rumah makan ini juga menyiapkan aneka minuman, jus dan es buah dengan harga bersahabat.
Nurdin yang memang hobby memasak meracik sendiri bumbu makanan di rumah makan. Sementara pengelolaan diserahkan pada sang istri. Ia juga mempekerjakan puluhan anak-anak daerah.
"Saya memperlakukan mereka yang membantu saya sebagai anak. Jadi semua pekerja saya panggil anak. Saya tidak mau mereka memanggil saya bos tapi cukup dengan bapak, karena itu bentuk kedekatan dan kekeluargaan," ujar Nurdin.
Di lantai I rumah makannya, Nurdin menjual aneka akuarium dan aksesoris. Harga jual pun mulai dari Rp15.000 hingga Rp900.000. Selain akuarium, juga disediakan ikan hias dan perlengkapan aquarium.
Baca juga:
Pria Palestina Sulap Pesawat Boeing 707 Jadi Restoran
Potret Warung di Tengah Kebun, Pembeli Bermobil Terus Berdatangan
Uniknya Kafe Berkonsep Metromini di Bekasi
Nasib Kafe Ikonik di Jepang Tutup Akibat Pandemi Covid-19
Sensasi Makan di Restoran Bersama Tengkorak
Antisipasi Corona Saat Cuaca Dingin, Restoran di Jerman Sediakan Bangku Panas