Tarian Pemersatu Menjadi Pembuka Festival Tiga Gunung Di Lembata
Wakil bupati Lembata, Thomas Ola Langoday kepada wartawan mengatakan, festival tiga gunung serta pelaksanaan pembangunan kedepan diharapkan agar bersatu membangun kabupaten Lembata, sehingga kemajuan Lembata bisa sejajar dengan kabupaten lainnya di Nusa Tenggara Timur, bahkan Indonesia.
Pemerintah Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur kembali menggelar festival tiga gunung. Tiga gunung ini yakni, Ile Ape, Ile Werung dan Batutara yang masih berstatus waspada, Senin (26/8).
Mengawali festival tiga gunung, tarian pemersatu suku dan agama atau Sole Oha dipentaskan, sebagai tanda toleransi antar sesama masyarakat Lembata, yang merupakan pemeluk agama Katolik dan Muslim.
Wakil bupati Lembata, Thomas Ola Langoday kepada wartawan mengatakan, festival tiga gunung serta pelaksanaan pembangunan kedepan diharapkan agar bersatu membangun kabupaten Lembata, sehingga kemajuan Lembata bisa sejajar dengan kabupaten lainnya di Nusa Tenggara Timur, bahkan Indonesia.
"Bahwa kegiatan festival tiga gunung dan juga pelaksanaan pembangunan kedepan dengan seluruh elemen yang ada di Lembata maupun dinas, hendaknya bersatu membangun Lembata supaya majunya lebih cepat. Tidak ada gunanya kita tercerai berai satu dengan yang lain, sehingga kita tidak akan pernah tercapai kemajuan," katanya.
Selain ingin menjual wisata alam dan budaya, festival tiga gunung dilakukan guna memperkenalkan kepada dunia luar, bahwa kabupaten Lembata mempunyai tiga gunung aktif yang aman untuk dikunjungi para pendaki.
Baca juga:
Mereka yang Teguh Melestarikan Wastra Nusantara yang Bernilai Budaya Tinggi
Dango Subur, Tradisi Unik Penguburan di Kalimantan
Melihat Rumah Adat Tertua di Kalimantan Barat
Suku Tengger Akan Gelar Puncak Yadnya Kasada di Gunung Bromo
Tradisi Gulat Celtic di Puncak Gunung Berkabut
Ritual Membakar Setan di Festival Ghantakarna Nepal
Serunya Pertarungan Gulat Tradisional India