Tanpa Autopsi, Polisi Tetap Usut Kematian Adik Emil Dardak
Kalau tidak wajar kami akan ungkap kasus ini, dan akan kami tangkap pelakunya," ujar Iqbal.
Kepolisian tetap menyelidiki kasus kematian adik Wakil Gubernur Jawa Timur terpilih Emil Dardak, Eril Dardak. Penyelidikan tetap dilakukan meski tidak dilakukan autopsi karena tak mendapat persetujuan dari pihak keluarga.
Kepala Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal mengatakan, penyelidikan dilakukan dengan menggali keterangan saksi-saksi dan memeriksa barang-barang yang ada di kamar indekos Eril.
"Kami akan mengungkap kasus ini. Prinsipnya adalah kematian tersebut wajar atau tidak. Kalau tidak wajar kami akan ungkap kasus ini, dan akan kami tangkap pelakunya," ujar Iqbal di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (15/12/2018).
"Tapi kalau wajar, akan kami buktikan secara ilmiah, scientific identification," sambungnya.
Dalam kasus ini, kata Iqbal, penyidik juga bekerjasama dengan ahli dari Institut Teknik Bandung (ITB) untuk memeriksa benda-benda yang ada di indekos Eril.
"Kami sedang melakukan penyelidikan, saksi-saksi sedang kami periksa, siapa yang sering berkunjung. Kami mempunyai strategi dan kami sangat profesional di bidang itu, ada digitalisasi yang kami periksa," ucapnya.
Seperti diketahui, Eril Dardak ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di kawasan Bandung, Jawa Barat, Rabu12 Desember 2018 sekitar pukul sebelas siang. Saat ditemukan, wajah Eril tertutup plastik. Sejumlah barang, seperti pompa kue juga ditemukan di sekitar jasadnya.
Baca juga:
Selidiki Kematian Adik Emil Dardak, Polisi Sita Tabung Gas dari Indekos
Adik Emil Dardak Meninggal, PAN Jatim Akui Kehilangan Kader Potensialnya
Ungkapan Menyentuh Emil Dardak atas Meninggalnya Sang Adik
Polisi Selidiki Kematian Adik Emil Dardak dengan Kepala Terbungkus Plastik
Adik Emil Dardak Meninggal di Bandung, Kepalanya Terbungkus Plastik