Tangkal radikalisme, mahasiswa baru UGM bakal diberi wawasan kebangsaan
Tangkal radikalisme, mahasiswa baru UGM bakal diberi wawasan kebangsaan. Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Kemahasiswaan UGM, Djagal Wiseso menilai wawasan kebangsaan ini bisa menjadi upaya dini untuk menghentikan paham radikalisme masuk ke dalam kampus.
Untuk menangkal paham radikalisme yang diduga berkembang di dalam kampus, Universitas Gadjah Mada (UGM) akan memberikan wawasan kebangsaan kepada para mahasiswa baru. Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Kemahasiswaan UGM, Djagal Wiseso menilai wawasan kebangsaan ini bisa menjadi upaya dini untuk menghentikan paham radikalisme masuk ke dalam kampus.
"Materi ini diberikan di kelas maupun saat penerimaan mahasiswa baru. Selain untuk menangkal radikalisme, wawasan kebangsaan juga untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air," ujar Djagal di Balairung UGM, Senin (14/5).
Djagal menjabarkan saat ini UGM memiliki panduan perkuliahan tentang ajaran-ajaran untuk menumbuhkan nilai toleransi dan keberagaman di kalangan mahasiswa. Dalam materi keberagaman, kata Djagal diajarkan pula bagaimana kehidupan beragama. Sehingga nantinya agama tak lagi dijadikan tunggangan atau kendaraan untuk perbuatan negatif.
"Kami kira perlu dikembangkan nilai pendidikan yang mengedepankan nilai-nilai toleransi, keberagamaan dan komitmen keindonesiaan," ungkap Djagal.
Djagal menambahkan nantinya materi kebangsaan ini tak hanya dilakukan dalam kegiatan akademik saja. Tetapi juga akan dirancang untuk kegiatan non akademik. Nantinya, sambung Djagal, materi kebangsaan ini tak hanya menyasar mahasiswa saja tetapi juga untuk dosen UGM.
"Kami melarang segala bentuk kegiatan di UGM yang memberi peluang tumbuhnya paham dan gerakan radikal, serta hal-hal yang bertentangan dengan konstitusi," pungkas Djagal.
Baca juga:
Fakta-fakta Dita Oeprianto otak pengeboman tiga gereja di Surabaya
Solidaritas korban bom Surabaya, ribuan warga nyalakan lilin
Keluarga tak ingin jenazah bomber Gereja dimakamkan di kampung halaman
Paroki Gereja Katolik Tak Bercela minta jemaah tetap jaga kerukunan
Belajar dari pengalaman Pakistan hadapi bocah pengebom bunuh diri Taliban