LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Tangkal isu SARA, Bawaslu wacanakan buat kurikulum khutbah selama Pilkada 2018

Tangkal isu SARA, Bawaslu wacanakan buat kurikulum khutbah selama Pilkada 2018. Bawaslu akan merumuskan kurikulum ceramah itu bersama institusi keagamaan seperti; Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Majelis Ulama Indonesia, Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), dan Persekutuan Gereja Indonesia (PGI).

2018-02-08 18:47:57
Pilkada Serentak
Advertisement

Badan Pengawas Pemilu menggagas kurikulum untuk ceramah-ceramah keagamaan yang disarankan selama Pilkada 2018. Hal ini guna mencegah terjadinya konflik SARA yang kerap dikampanyekan lewat khutbah keagamaan.

Bawaslu akan merumuskan kurikulum ceramah itu bersama institusi keagamaan seperti; Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Majelis Ulama Indonesia, Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), dan Persekutuan Gereja Indonesia (PGI).

"Kita hanya buat materi sebarkan di NU Muhammadiyah, MUI. Kita sarankan itu yang dipakai untuk kampanye," ujar Anggota Bawaslu Rahmat Bagja ketika diskusi di Hotel A One, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Kamis (8/2).

Advertisement

"Ini tak hanya umat Islam, selebaran di misa untuk dibaca peserta misa yang berkaitan dengan pilkada. Bagaimana memilih, bagaimana menjalankan pilkada yang aman damai tentram," imbuhnya.

Bagja mengaku telah bersowan ke Ketum PBNU KH Said Aqil maupun Muhammadiyah. Dia mengklaim telah mendapatkan persetujuan.

Adapun tujuan Bawaslu sendiri agar Masjid maupun Gereja tidak digunakan sebagai alat politik untuk memenangkan kontestasi. Bawaslu harap ceramah bisa membawa kampanye ke arah anti politik identitas dan isu SARA.

Advertisement

"Jangan sampai gereja masjid jadi pusat politik ya. Ini tidak kita harapkan, pusat politik boleh tapi yang mencerdaskan lah bukan memihak dan mengarahkan untuk memilih satu paslon," kata Bagja.

Sementara itu Ketua PBNU, Robikin Emhas, yang turut hadir dalam diskusi, menyarankan Bawaslu agar bertemu dengan Kementerian Agama, tidak hanya pemuka Organisasi Masyarakat terkait wacana itu. Sebab, menurut dia, bukan kapasitas Bawaslu untuk mengatur isi khutbah.

"Sampai didetail draft khutbah seperti apa itu justru bukan kapasitasnya sehingga ada resistensinya. Subtansi pesannya, itu perlu dikomunikasikan, urgensi pemilu damai, bermartabat itu perlu," tandasnya.

Baca juga:
Belajar dari Pilgub DKI, Polri bentuk Satgas Nusantara antisipasi politik identitas
Relawan Jokowi targetkan 75 persen suara untuk Gus Ipul - Puti Guntur
Fatma Saifullah Yusuf setia menemani suami untuk sosialisasi Pilgub
Survei: Deddy Mizwar paling populer, Ridwan Kamil unggul elektabilitas
Cak Imin: Gus Ipul kader NU tulen yang harus dimenangkan
Pakai semboyan 'Nderek Gusti Mawon', Relawan Sapa Jatim Adem menangkan Gus Ipul-Puti
Polri bakal gandeng tokoh-tokoh yang bisa kampanye pilkada tanpa SARA

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.