Tangis Epi pecah lihat sepatu anaknya di jejeran barang korban JT610 di JICT
Rafi bersama kawannya, Riyan Andrian (23) bertolak dari Lubuk Linggau Sumatera Selatan ke Jakarta untuk menyaksikan laga Tim Nasional Indonesia VS Jepang.
Epi Syamsul Komar mendatangi Dermaga JICT 2, Jakarta Utara, untuk mencari kejelasan nasib terkait anaknya, Muhammad Rafi Andrian (23). Rafi merupakan salah satu penumpang Lion Air JT610 yang jatuh di perairan Karawang.
Epi diperkenankan petugas untuk mendekat ke lokasi pengumpulan barang-barang yang ditemukan di lokasi jatuhnya pesawat tujuan Jakarta-Pangkalpinang tersebut. Sejurus kemudian, Epi berhenti tepat di jejeran sepatu.
Tatapan Epi tertuju ke sepasang sepatu sneakers berwarna hitam. Di situ, raut wajahnya pun langsung berubah. Epi terus saja menangis hingga beberapa petugas yang mendampingi berusaha menenangkan.
"Sepatunya hancur tadi, sebelahnya hancur. Tinggal tasnya belum ketemu," ucap Epi dengan terseduh-seduh di lokasi, Rabu (31/10/2018).
Epi meyakini sepatu itulah yang sering dipakai anak sulungnya tersebut bepergian. Terakhir melihatnya, pada Sabtu, 28 Oktober 2018.
Serpihan dan properti milik korban pesawat Lion Air ©2018 Liputan6.com
Kala itu, bersama kawannya, Riyan Andrian (23) bertolak dari Lubuk Linggau Sumatera Selatan ke Jakarta untuk menyaksikan laga Tim Nasional Indonesia VS Jepang.
"Nonton Timnas. Terus pulang Senin pagi karena harus kerja di Pangkalpinang," ucap dia.
Epi pun mengaku sedikit lebih lega setelah menemukan sepatu anaknya tersebut. Setidaknya itu akan menjadi petunjuk untuk bertemu dengan anaknya.
"Saya sudah ikhlas, tapi saya ingin lihat jasad anak saya. Saya yakin saya dapat lihat anak," tutup dia.
Baca juga:
Keluarga Pilot Lion Air JT610 sambangi posko ante mortem di RS Polri
Sudah ikhlas, keluarga hanya berharap copilot Lion Air Harvino bisa diidentifikasi
Kesedihan keluarga korban lihat barang penumpang Lion Air JT 610
Percakapan terakhir Ayu, minta doa ibu agar selamat sampai PangkalPinang
Datang ke JICT, keluarga anggota DPRD Babel korban Lion Air jatuh harap keajaiban
Gubernur Babel ungkap percakapan terakhir dengan Ahmad Mughni yang naik JT610