LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Tanggapan polisi soal Stafsus Presiden minta perusuh di Kemendagri dilepas

Sebelumnya, Staf Khusus Presiden, Lennis Kogoya meminta Polda Metro Jaya membebaskan 15 orang Papua yang diduga sebagai pelaku penyerangan kantor Kemengadri. Menurut dia, pembebasan 15 orang tersebut bisa meredam amarah warga Papua.

2017-10-16 18:28:04
Demo
Advertisement

Penyelidik Polda Metro Jaya hingga kini masih mendalami kerusuhan di Kantor Kemendagri, beberapa hari lalu. Atas aksi itu, Kantor Kemendagri rusak dan beberapa orang mengalami luka-luka.

"Kita, Polda Metro Jaya masih fokus melakukan penyidikan atas kasus itu ya," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono kepada merdeka.com, Senin (16/10).

Terkait permintaan Staf Khusus Presiden, Lennis Kogoya agar Polda Metro Jaya membebaskan 15 orang yang diamankan saat kejadian itu. Argo belum tahu apakah diterima atau tidak.

"Kalau soal itu, tunggu saja kewenangan penyidik (dibebaskan atau tidak)," katanya.

Sebelumnya, Staf Khusus Presiden, Lennis Kogoya meminta Polda Metro Jaya membebaskan 15 orang Papua yang diduga sebagai pelaku penyerangan kantor Kemengadri. Menurut dia, pembebasan 15 orang tersebut bisa meredam amarah warga Papua.

"Yang ditahan 15 orang ini pulangkan saja, keluarkan saja, jangan diproses dulu," ungkap Lennis di Kantor Kementerian Sekretariat Negara, Jalan Veteran 3,Jakarta, Jumat (13/10).

Jika 15 terduga pelaku tidak dibebaskan, maka berpotensi terjadi kerusuhan besar di Papua, pihak keluarga terduga akan melakukan pemberontakan.

"Ini takutnya bikin massa seperti begitu (rusuh), nanti keluarga bikin ribut lagi," ujar pria asal Papua ini.

Mengenai korban luka dan sejumlah barang mengalami kerusakan akibat penyerangan, Lennis meminta agar Kemendagri memaklumi saja. Dengan demikian, proses penegakan hukum terhadap 15 terduga pelaku tidak dilakukan.

"Mungkin ada korban ya, tapi itulah risiko kita. Maka lebih baik masyarakat itu dipulangkan saja," pintanya.

Diberitakan sebelumnya, sekelompok orang yang mengatasnamakan pendukung calon bupati Tolikara, Papua, John Tabo dan Barnabas Weya menyerang kantor Kementerian Dalam Negeri di Jakarta, Rabu (11/10). Akibatnya tujuh petugas pengamanan dan pegawai terluka ringan. Kepala dan tangan tiga orang lainnya harus dijahit karena robek.(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.