LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Tangan Terampil Dede 'Sulap' Limbah Plastik

Dede Yana(39), warga Kertijaya Sangkali RT 007 RW 015, Kelurahan Tanjungpura, Kecamatan Karawang barat, Karawang, mengolah limbah sampah plastik seperti botol, tas, sedotan atau pipet menjadi barang bernilai ekonomis.

2020-07-08 04:33:00
Kisah Inspiratif
Advertisement

Masalah sampah masih menjadi ancaman serius buat lingkungan. Pasalnya, sampah semakin menjamur di sekitar lingkungan seperti berserakan di jalan, got, bahkan aliran sungai akibat perilaku buruk masyarakat.

Dede Yana(39), warga Kertijaya Sangkali RT 007 RW 015, Kelurahan Tanjungpura, Kecamatan Karawang barat, Karawang, mengolah limbah sampah plastik seperti botol, tas, sedotan atau pipet menjadi barang bernilai ekonomis.

Bahan baku dari sampah plastik ini diolah menjadi pot bunga, berbagai macam miniatur binatang, tempat lampu, mobil mobilan, miniatur burung, action figure dan lain sebagainya.

Advertisement

"Limbah plastik tersebut dibuat kerajinan tangan menjadi miniatur tanaman bonsai dan action figur dan lain-lain," kata Yana, Senin (6/7).

©2020 Merdeka.com

Advertisement

Pria kelahiran tahun 1981 ini mengaku, pembuatan kerajinan tangan ditekuni setelah dua tahun lalu terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Diawali iseng selama menganggur, sampah-sampah plastik bekas dibakar lalu dibentuk sesuai imajinasi dan kebutuhan pemesan.

Dengan modal keuletan dan alat sederhana berupa pengapian dan solder bekas untuk merangkai barang kerajinan tersebut, jadilah produk yang layak diminati.

"Untuk memperoleh hasil maksimal dibutuhkan kesabaran, ketelitian dan alat sederhana yang tidak susah didapat berupa korek gas dan solder bekas, hingga menghasilkan karya seni," paparnya.

Harga jual hasil buah tangan dari limbah plastik tersebut sangat terjangkau mulai harga Rp150 ribu hingga Rp300 ribu sesuai tingkat kesulitan dalam produksi. Untuk jangka produksi, biasanya Yana membutuhkan waktu sampai 2 minggu.

"Pembeli masih sekitar Jabodetabek, itupun melalui teman dekat atau yang sudah mengenal. Malah sempat ada pemesan dari Malaysia," tuturnya.

Dia hanya berharap pemerintah bisa memberikan andil baik bantuan pemasaran, agar mampu meningkatkan perekonomian rakyat.

"Begitu banyak manfaat sampah plastik bila kita tahu dan mampu mengelolanya dengan baik," pungkasnya.

Baca juga:
Alami PHK saat Jadi Mekanik, Pria Ini Kini Sukses Banting Setir Jadi Tukang Cukur
Kisah Hidup Kartini, 10 Tahun Tinggal Sendiri di Hutan Belantara Tanpa Rasa Takut
Mimpi Kuli Pabrik Taklukan Jakarta, Banting Tulang Kini Punya 7 Hotel Berbintang
Utamakan Kualitas Saat Manggung, Ari Lasso Pernah Pulang Cuma Bawa Rp800 Ribu
Kisah Timo Scheunemann, Bule Jerman Rela Dibui Asal Indonesia Bisa Maju Piala Dunia

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.