LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Tanah longsor di Pangandaran, empat orang tewas

Empat korban tewas tersebut yakni ‎Arsih (55), Yuyun (35), Aldi (5) dan Andika (10). Sedangkan untuk luka ringan yakni Rahman (40), Ari (14), dan Anida (8 bulan). Seluruh korban yang terkena reruntuhan material rumah sudah berhasil dievakuasi.

2017-10-07 11:26:06
Tanah Longsor
Advertisement

Hujan deras yang terjadi di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat menyebabkan bencana longsor. Material tanah yang tidak bisa menahan derasnya arus air menimbun rumah yang ada di Kampung Sangkan Bawan, Rt 29 Rw 08, Desa Kalijati, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran.

"Akibat peristiwa tersebut empat orang meninggal dunia," kata ‎ Koordinator Humas dan Protokoler Kantor Basarnas Bandung, Joshua Banjarnahor lewat pesan singkatnya kepada wartawan, Sabtu (7/10).

Empat korban tewas tersebut yakni ‎Arsih (55), Yuyun (35), Aldi (5) dan Andika (10). Sedangkan untuk luka ringan yakni Rahman (40), Ari (14), dan Anida (8 bulan). Menurutnya seluruh korban yang terkena reruntuhan material rumah sudah berhasil dievakuasi.

Advertisement

"‎Seluruh korban sudah dievakuasi oleh BPBD, kepolisian dan TNI serta dibantu warga setempat," jelasnya.

Saat ini petugas sedang berusaha membuka material yang juga menutup beberapa akses strategis. Pasalnya beberapa akses jalan ada yang tertimbun material tanah.

Tak hanya itu, bencana banjir bandang akibat meluapnya aliran sungai juga merendam ratusan rumah tersebar pada sejumlah kecamatan di Kabupaten Pangandaran.

Advertisement

"Pangandaran ini selain tadi terjadi longsor, ada juga banjir," kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kabupaten Pangandaran, Nana Ruhena.

Dia menuturkan, pemukiman penduduk yang terendam banjir yakni di Kecamatan Sidomulih, Kalipucang, Cijulang dan Parigi.

Banjir tersebut, kata Nana akibat intensitas hujan yang tinggi pada Jumat (6/10) kemudian aliran sungai yang bermuara ke laut tidak dapat menampung air hingga akhirnya meluap ke daratan pemukiman penduduk. "Ya hujannya deras, lalu sungai yang bermuara ke laut ini meluap," katanya.

Dia menyampaikan akibat banjir tersebut seluruh penghuni rumah sementara diungsikan ke tenda darurat yang telah disiapkan oleh pemerintah daerah.

Seluruh warga, lanjut dia akan mengungsi di tenda darurat sampai banjir yang merendam pemukiman penduduk sudah surut. "Sekarang kan melihat cuaca masih mendung, takutnya banjir lagi, jadi kita siapkan tenda darurat, dapur umum juga kita siapkan," katanya.

Banjir juga telah menutup akses jalan antar desa dan kecamatan sehingga menghambat upaya evakuasi maupun meninjau langsung kondisi masyarakat di lokasi longsor.

"Sekarang saja saya mau ke lokasi longsor harus mutar arah, karena akses jalan tertutup," katanya.

Baca juga:
Tanah bergerak ancam pemukiman warga Banjarnegara
Berada di kawasan perbukitan, 7 kecamatan di Lahat rawan longsor
Longsor pengeboran PLTP Baturraden, air Sungai Prukut kembali keruh
Banyak rumah di Depok rusak diterjang hujan dan angin kencang
Satu orang tewas akibat longsor di Kabupaten Bandung

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.