Tampung ASN, TNI & Polri di Sumsel, 3.000 Rumah Dibangun dalam 1 Kawasan
MoU dilakukan oleh Gubernur Sumsel Herman Deru, Kapolda Sumsel Irjen Zulkarnain Adinegara, Pangdam II Sriwijaya Mayjen Irwan, direksi BTN, Bank Sumsel Babel, Bank Mandiri, dan developer. Program ini disebut Musikus atau murah, bersubsidi dan berkualitas.
Pemerintah Provinsi Sumsel bekerjasama sama Kodam II Sriwijaya dan Polda Sumsel membangun kawasan perumahan bagi aparatur sipil negara (ASN), prajurit dan anggota kepolisian. Program ini menjadi satu-satunya di Indonesia.
Gubernur Sumsel Herman Deru mengungkapkan, perumahan bernama Bhayangkara Praja Sriwijaya (BPS) Land itu dibangun di atas lahan seluas 50 hektar di Kecamatan Alang-alang Lebar Palembang. Developer yang membangun adalah PT Cipta Arsigriya dengan pembiayaan KPR dari BTN, Bank Sumsel Babel, dan Bank Mandiri.
"Secepatnya rumah bagi ASN, prajurit TNI, dan polisi dibangun, tahun ini sudah mulai. Kami siapkan sebanyak 3 ribu unit rumah," ungkap Deru usai penandatanganan MoU pembangunan BPS Land di Palembang, Kamis (24/1).
MoU dilakukan oleh Gubernur Sumsel Herman Deru, Kapolda Sumsel Irjen Zulkarnain Adinegara, Pangdam II Sriwijaya Mayjen Irwan, direksi BTN, Bank Sumsel Babel, Bank Mandiri, dan developer. Program ini disebut Musikus atau murah, bersubsidi dan berkualitas.
Dijelaskannya, rumah yang disediakan mulai dari tipe 36 dan tipe 45. Penyediaan perumahan menggunakan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Harga yang ditawarkan cukup terjangkau, mulai Rp 130 jutaan dan tanpa membayar uang muka (DP).
"Program ini pertama di Indonesia, tiga instansi bergabung. Rumahnya murah, tapi tidak murahan," ujarnya.
"Semua ASN, prajurit, dan TNI boleh mengambil, tidak membatasi golongan dan pangkat, tidak ada DP, cuma bayar notaris saja," sambung Deru.
Sementara itu, Kapolda Sumsel Irjen Zulkarnain Adinegara mengatakan, program ini menjadi solusi bagi anggotanya yang belum memiliki rumah. Dari 14.800 total anggota di Bumi Sriwijaya, hanya 14,5 persen diantaranya yang dapat menikmati rumah dinas.
"Dari kami siap ada seribu anggota yang gabung. Nanti kami programkan bagi anggota yang baru lulus wajib dipotong gajinya untuk membeli rumah," katanya.
Baca juga:
Himperra target bangun 120.000 unit rumah murah di 2019
Dirikan Himperra, pengembang janjikan peningkatan penyediaan rumah rakyat kecil
Hunian kumuh di bantaran Kali Pepe di Solo disulap jadi rumah deret layak huni
Wali Kota Semarang targetkan rehab 1.000 rumah tak layak huni
Melihat rumah bersubsidi Perum Perumnas di Cibungbulan
BUMN bangun apartemen di samping Stasiun Juanda senilai Rp 300 miliar