LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Takut naik Metromini, Masyarakat pilih beli motor

Penumpang Metromini kian menyusut. Warga Jakarta kini memilih naik motor daripada naik Metromini yang ugal-ugalan.

2012-03-22 07:05:00
Metromini
Advertisement

Banyaknya masyarakat yang menggunakan sepeda motor membuat sopir Metromini dan Kopaja resah. Mereka lebih memilih mengendarai sepeda motor dari pada menggunakan jasa angkutan umum.

"Saya lebih memilih sepeda motor karena menghindari macet, di samping itu kalau naik bus umum sopirnya suka ugal-ugalan jadi rada takut," kata Rio, salah satu warga Jakarta kepada Merdeka.com, Kamis (22/3).

Selain sepeda motor, warga Jakarta lebih memilih transportasi yang lebih nyaman seperti Transjakarta. Hal itulah yang membuat para sopir bis merasa terancam keberadaannya.

Pertumbuhan kendaraan di Jakarta memang cukup fantastis. Pada tahun 2010 saja, Polda Metro Jaya mencatat ada 11.362.396 kendaraan. Terdiri atas roda dua sebanyak 8.244.346 unit dan roda empat sebanyak 3.118.050 unit. Setiap harinya ada 890 unit motor per hari dan mobil sebanyak 240 unit per harinya. Salah satu penyebabnya, kondisi angkutan umum belum layak. Masyarakat pun memilih naik kendaraan pribadi.

"Masyarakat kebanyakan sekarang kan lebih memilih motor dari pada bus, jumlah penumpang bus pun menurun. Jadi hal itulah yang membuat para sopir berlomba-lomba untuk mendapatkan penumpang yang sedikit itu" kata salah satu pengusaha Metromini Azas Tigor Nainggolan kepada Merdeka.com kamis (22/3).

Dengan setoran yang mencapai Rp 200 ribu sampai Rp 250 ribu, sopir Metromini dan Kopaja dituntut untuk memenuhi hal tersebut. Ditambah lagi kebanyakan sopir bis tersebut adalah sopir tembak yang tidak mempunyai Surat Izin Mengemudi (SIM).

Azas pun meminta andil pemerintah untuk menyelesaikan masalah ini. Salah satunya pihak kepolisian yang seharusnya mengawasi dan melakukan penindakan bagi supir yang suka ugal-ugalan tersebut.

Kecelakaan yang melibatkan Metromini pun kerap terjadi. Rabu (21/3), sebuah Metromini menabrak penyebrang jalan hingga tewas di Senen, Jakarta Pusat. Sore harinya, dua Metromini M 75 mengalami kecelakaan di Jl Warung Buncit Raya, Jakarta Selatan. Masyarakat yang sudah kesal dengan aksi sopir yang sering kebut-kebutan itu langsung menghajar sopir dan kernet Metromini.

(mdk/ian)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.