Takut lebay? Makan \'Cokelat Cegah Alay\'
Cokelat Cegah Alay ini salah satu dari lima varian baru yang akan diluncurkan home industri Chocodot
Kalimat 'Hi gie pain nech, dah mum lom' atau 'dUh kuq s4iiA pUs!inK beTz y4k' mungkin menjadi bahasa yang sangat sulit dipahami dan dimengerti masyarakat awam. Namun, cara penulisan yang demikian repot ini justru menjadi hal yang biasa di kalangan komunitas muda yang mengenal tulisan itu dengan nama bahasa alay.
Sebutan alay itu biasanya ditujukan pada mereka yang perilakunya berlebihan ketika merespons sesuatu hal yang dia alami atau dilihat. Namun, bagi yang takut tertular dengan gaya pergaulan anak masa kini tersebut, Anda wajib mencoba cokelat hasil racikan pengusaha muda Kiki Gumelar yang diberi nama 'Cokelat Cegah Alay'.
Cokelat Cegah Alay ini adalah salah satu dari lima varian baru yang akan diluncurkan home industri Chocodot. Rencananya, cokelat ini akan dilaunching pada pertengahan bulan Maret mendatang.
Menurut si empunya usaha, ada empat varian lain yang akan diluncurkan secara bersamaan.
"Yaitu Cokelat Obat Stress, Cokelat Enteng Jodoh, Cokelat High Quality Jomblo dan Cokelat Rasa Saya," kata Kiki Gumelar (31) saat berbincang dengan merdeka.com, Kamis (1/3).
Apa saja rasa dari varian-varian baru tersebut, Kiki masih merahasiakannya. Hanya saja dia memastikan, kenikmatan cokelat sebagai bahan dasar tetap menjadi yang utama.
Kiki memang tergolong pengusaha muda yang memiliki imajinasi tinggi. Sebab, nama-nama yang dipilih untuk produk-produknya tersebut, cukup unik, dan akrab dengan kehidupan manusia sehari-hari.
Di awal berdirinya pada tahun 2009, Chocodot hanya mengandalkan produk cokelat yang di dalamnya terdapat dodol. Melihat masyarakat sangat antusias dengan produknya itu, Kiki terus mengembangkan usahanya dengan menu-menu lain.
"Seperti cokelat isi kopi, cage choco atau cokelat yang dikemas dengan menggunakan kemasan besek khas Parahyangan diisi dengan cokelat isi aneka cream buah, cokelat VAN JAVA cokelat yang mengangkat cita rasa rempah khas Jawa Barat, Ranginang celup cokelat, cokelat DoGar (Domba Garut) dan cokelat kurma," jelasnya.
Pria lulusan sekolah tinggi pariwisata Ambarukmo Yogyakarta ini merasakan, setiap hari permintaan masyarakat pada produk-produk cokelatnya semakin tinggi. Sampai saat ini, Chocodot house telah memproduksi sekitar seribu buah kemasan cokelat per harinya dengan berbagai varian.
Selain cokelat, Kiki juga akan mengembangkan usaha-usaha lainnya seperti Dijebreds yang merupakan kepanjangan dari Dijieun Breads atau sesuatu yang dibuat dari roti. Antara lain Roedol (roti Eusi Dodol), Burdol (Burger Isi Dodol), Mufdol (Muffin Isi Dodol). Pudol (Puding Isi Dodol ), Dondol (Donat Topping Dodol).
Berapa besar penghasilan yang diperoleh Kiki dari usahanya ini dan apa yang membedakan produknya ini dengan cokelat lainnya? Tunggu cerita selanjutnya.(mdk/lia)