Takut disuntik, Mbah Gotho minta dibuang ke Bengawan Solo
Setelah menjalani perawatan beberapa hari di rumah sakit, kondisi kesehatan Mbah Got berangsur membaik.
Mbah Gotho, manusia tertua asal Dukuh Segeran, Desa Sragen, Jawa Tengah hingga saat ini masih dirawat di RSUD Sragen. Pria bernama asli Suparman alias Sodimejo itu tak nafsu makan hingga kondisi kesehatannya menurun. Namun setelah menjalani tiga perawatan, kondisi kakek berusia 146 tahun itu berangsur membaik.
"Sudah lumayan sehat mas kondisinya simbah. Kemarin habis tambah darah golongan O, empat kantong. Ini sudah doyan makan sedikit-sedikit dan masih diinfus," ujar Suwarni salah satu cucu Mbah Gotho kepada merdeka.com, Jumat (14/4).
Ada kisah unik saat awal Mbah Gotho dirawat di rumah sakit. Ia sempat menolak dan memberontak saat jari tangannya akan dimasuki jarum suntik. Karena ketakutan, Mbah Gotho sempat berteriak dan minta dibuang di Sungai Bengawan Solo agar cepat mati.
"Kami sempat kaget, simbah itu kan tidak pernah sakit dan dirawat di rumah sakit. Apalagi melihat dan merasakan jarum suntik, baru sekarang ini. Jadi dia teriak nyuwun diguwak (minta dibuang) ke Bengawan Solo ben cepet mati (biar cepat mati)," ucap Suwarni.
Suwarni menambahkan, meski sempat putus asa dan tak mau dirawat, namun saat ini kondisi Mbah Gotho mulai tenang dengan tangan yang dipasang infus, mengenakan popok dan berada di ruangan ber-AC. Ia mulai bisa beradaptasi dengan suasana rumah sakit.
"Setelah kami beri pengertian, simbah bisa menerima. Sekarang tidak takut lagi disuntik jarum," katanya.
Ia mengatakan, saat ini Mbah Gotho masih menjalani perawatan di Bangsal Wijaya Kusuma RSUD Dr Soehadi Prijonegoro Sragen. Ia dibawa ke rumah sakit sejak Rabu (12 /4) lalu, setelah 3 hari tak mau makan.
Baca juga:
Ogah makan 3 hari, manusia tertua di dunia dilarikan ke rumah sakit
Dua dokter AS tes DNA untuk buktikan Mbah Gotho tertua di dunia
Panjang umur, Mbah Gotho sering dimintai kesembuhan hingga jodoh
4 Kali nikah, Mbah Gotho lupa nama istri malah sebut wanita lain