LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Tak Terima Hasil CPNS 2018, Massa Rusak dan Bakar Kantor Bupati Keerom

"Terjadi aksi perusakan dan pembakaran Kantor Bupati Keerom yang dilakukan oleh massa yang tidak terima hasil pengumuman CPNS Formasi 2018 di Kabupaten Keerom," tutur Kamal

2020-10-02 12:05:19
Penyerangan
Advertisement

Kerusuhan terjadi di Kabupaten Keerom, Papua usai pengumuman hasil CPNS Formasi 2018. Dampaknya, massa melakukan perusakan dan pembakaran Kantor Bupati Keerom. Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal menyampaikan, peristiwa itu terjadi pada Kamis, 1 Oktober 2020 sekitar pukul 16.16 Wit.

"Terjadi aksi perusakan dan pembakaran Kantor Bupati Keerom yang dilakukan oleh massa yang tidak terima hasil pengumuman CPNS Formasi 2018 di Kabupaten Keerom," tutur Kamal dalam keterangannya, Jumat (2/10).

Menurut Kamal, awalnya anggota Polres Keerom melakukan pengamanan di Kantor Bupati Keerom dan tiba di lokasi sekitar pukul 13:56 WIT. Masuk sore sekitar pukul 16:16 Wit, massa yang berjumlah kurang lebih 250 orang tidak terima dengan hasil pengumuman Formasi CPNS 2018.

Advertisement

"Mereka melakukan pengerusakan di seputaran Kantor Bupati Kabupaten Keerom dengan melempari kaca bangunan kantor bupati dengan batu," jelas dia.

Petugas kemudian melepas tembakan peringatan dan menembakan gas air mata. Massa juga disemprot air melalui mobil water canon. "Selain melakukan pengeruskan kantor bupati, massa aksi juga melakukan pembakaran yang menyebabkan seluruh bangunan Kantor Disnaker, Kantor PMK, hangus terbakar," kata Kamal.

Advertisement

Massa berhasil dipukul mundur sekitar pukul 17:22 WIT. Petugas kembali melepas tembakan ke udara dan menggunakan gas air mata untuk menghentikan aksi pengerusakan.

Situasi kini sudah dapat dikendalikan dan petugas masih berjaga di lokasi. Kamal mengimbau warga lainnya agar dapat menahan diri dan tidak mudah terprovokasi dengan adanya kejadian tersebut.

"Jalan Trans Papua yang sempat dipalang oleh massa telah dibuka kembali," Kamal menandaskan.

Reporter: Nanda Perdana Putra

(mdk/ray)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.