Tak Punya KTP, Napi Teroris Umar Patek Ingin Ikut Nyoblos di Pemilu 2019
Sejak memutuskan berkelana ke Afghanistan dan Filipina, Umar Patek tidak mempunyai KTP. Dia hanya ingat, KTP terakhirnya masih berwarna kuning. Dia pun sempat meminta Arteria untuk membantunya mendapatkan kembali identitasnya sebagai WNI. Dengan begitu, dia bisa ikut menyalurkan hak pilihnya pada 17 April 2019 nanti.
Merasa jiwa nasionalismenya telah tumbuh, salah satu napi teroris Hisyam alias Umar Patek, berkeinginan ikut mencoblos pada Pemilu 2019. Sayang, keinginannya tersebut harus terhambat, lantaran dia tak lagi memiliki kartu tanda penduduk (KTP).
Keinginan napi teroris yang dulu paling diburu banyak negara ini disampaikannya saat ada kunjungan Komisi III DPR RI di Lapas Kelas I Surabaya. Umar Patek bahkan sempat menghampiri Anggota Komisi III dari Fraksi PDI Perjuangan, Arteria Dahlan dan minta agar dirinya bisa menyalurkan hak suaranya.
Sejak memutuskan berkelana ke Afghanistan dan Filipina, dia tidak mempunyai KTP. Dia hanya ingat, KTP terakhirnya masih berwarna kuning. Dia pun sempat meminta Arteria untuk membantunya mendapatkan kembali identitasnya sebagai WNI. Dengan begitu, dia bisa ikut menyalurkan hak pilihnya pada 17 April 2019 nanti.
Keinginan Umar Patek ini dibenarkan oleh Kepala Lapas Kelas 1 Surabaya di Porong, Sidoarjo, Suharman. Dia mengungkapkan Umar Patek memang sempat mengungkapkan keinginannya tersebut pada salah satu anggota Komisi III saat melakukan kunjungan ke Lapas.
Dia mengungkapkan, bahwa selama ini pihaknya terus berusaha memberikan pembinaan kepada napiter dengan baik. Dia mengakui jika dalam pembinaan napiter perlu penanganan khusus.
"Dia (Umar Patek) sempat mengutarakan keinginannya itu (mencoblos di Pemilu). Kami selalu tekankan untuk melakukan pendekatan secara manusiawi," tutur Suharman, Rabu (20/2).
Baca juga:
Mahfud MD Sebut Pemilu Sebabkan Harmoni Persatuan Masyarakat Terganggu
LSI Denny JA: PDIP Unggul di Pemilih Wong Cilik, Gerindra di Kaum Terpelajar
Survei LSI Terkait Pergeseran Dukungan Parpol di Enam Kantong Suara
Airlangga: Golkar NTT Wajib Mengantarkan Presiden Jokowi Terpilih Lagi
LSI Denny JA: 9 Partai Tidak Lolos Ambang Batas Parlemen
Sempat Ribut, KPU Evaluasi Aturan dan Jumlah Penonton Debat Capres