LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Tak punya duit, pedagang kopi todong siswa SMP pakai kapak

Tak punya duit, pedagang kopi todong siswa SMP pakai kapak. Pelaku beraksi bersama seorang rekannya. Aksi mereka gagal setelah salah satu siswa berhasil lolos.

2016-12-05 12:31:58
Penodongan
Advertisement

Aparat kepolisian menangkap komplotan pelaku penodongan di dalam angkot Kalapa-Dago Bandung. Pria inisial DD (35) ditembak unit reskrim Polsekta Regol di Kabupaten Garut, Senin (5/12) dini hari tadi. Adapun dan US (22) ditangkap dua hari sebelumnya, Sabtu (3/12) di Kota Bandung.

"DD ini ditembak (di bagian kaki kanan) karena melakukan perlawanan saat akan ditangkap, hasil pengembangan dari US," kata Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Winarto di Mapolsekta Regol, Senin (5/12).

DD saat beraksi berperan sebagai eksekutor yang melakukan penodongan kepada lima siswa SMPN 2 Bandung, Kamis 17 November lalu di kawasan Ciateul (Jalan Inggit Garnasih). DD masuk ke dalam angkot dan menodongkan kapak kepada lima siswa SMP Negeri 2 Bandung itu. DD meminta barang berharga pada korban dengan ancaman senjata tajam.

Empat dari lima siswa kelas VII berhasil melarikan diri dengan cara melompat dari angkot. Sedangkan US merupakan joki yang mengikuti pelaku saat beraksi menggunakan sepeda motor matik jenis Yamaha Mio. "Ini tidak ada yang dirugikan. Artinya tidak ada barang yang diambil," terangnya.

Tersangka berikut barang bukti kini diamankan di Mapolsekta Regol Bandung. Barang bukti itu yakni sepeda motor Mio, kapak, dan jaket yang digunakan saat beraksi. "Kami kenakan pasal 365 Jo 53 tentang Percobaan Pencurian dengan kekerasan sebagaimana dimaksud dalam pasal 365 Jo 53 KUHPidana," imbuhnya.

Dengan wajah bercebo (penutup wajah) DD mengaku aksi itu dilakukan lantaran dirinya berada di bawah pengaruh alkohol. Aksi itu juga dilatarbelakangi desakan ekonomi.

"Saya memang lagi enggak punya uang sama sekali. Saya gelap. Akhirnya saya nekat melakukan," terang DD yang mengaku aksi itu baru kali pertama dilakukan.

Pedagang kopi asongan tersebut juga tidak pernah merencanakan aksi penodongan tersebut. "Saya enggak rencanain. Pas lagi pakai motor sama temen (US) saya masuk ke dalam angkot pura-pura jadi penumpang. Tapi enggak ada yang diambil karena (korban) kabur," imbuh DD.(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.