Tak ditemukan di TKP, senjata buat tusuk Hunaedi dibawa kabur pelaku
Tim Resmob Polda Metro Jaya menyambangi rumah korban. Totalnya ada 12 orang berpakain preman. Mereka sempat mengambil sampel tanah di halaman rumah. Tak lama kemudian meninggalkan lokasi.
Kepolisian masih terus mengusut kasus pembunuhan pensiunan TNI AL, Hunaedi (83) di Cilandak, Jakarta Selatan. Hingga saat ini, senjata tajam yang digunakan pelaku menusuk Hunaedi hingga tewas belum juga ditemukan. Diduga, senjata itu dibawa kabur oleh pelaku.
"Barang bukti sajam itu masih kami cari, kemungkinan dibawa pelaku," ungkap Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar di lokasi, Jumat (6/4).
Dugaan itu diperkuat karena ditemukan bercak darah di sekitar lokasi. "Apakah itu darah yang korban atau darah dia (pelaku). Nah itu yang lebih ahli teman-teman dari labfor," ucap dia.
Pantauan Liputan6.com, Tim Resmob Polda Metro Jaya menyambangi rumah korban. Totalnya ada 12 orang berpakain preman. Mereka sempat mengambil sampel tanah di halaman rumah. Tak lama kemudian meninggalkan lokasi.
Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan Stefanus Tamuntuan menuturkan kronologi kejadiannya. Pensiunan TNI AL berusia 83 tahun itu ditemukan tewas dalam keadaan tengkurap. Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan ada sejumlah luka pada tubuh korban.
"Luka robek. Antara lain dua di bagian bawah dada kiri dan satu di lengan kiri," ujar Stefanus.
Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber : Liputan6.com
Baca juga:
Polisi menduga pembunuh pensiunan TNI AL di Cilandak lebih dari satu orang
Polisi kantongi ciri-ciri pelaku pembunuhan pensiunan TNI AL
Hasil autopsi pembunuhan pensiunan TNI AL, ada luka tusuk di dada kiri
Olah TKP pembunuhan pensiunan TNI AL, kaca jendela kiri rumah korban rusak
Sehari sebelum pembunuhan, pensiunan TNI AL kehilangan uang Rp 3,2 juta di rumahnya