LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Tak bayar ongkos kapal, 68 imigran didamparkan nakhoda

Beruntung, para imigaran asal Irak dan Iran itu diselamatkan polisi dan dievakuasi ke Markas Ditpolair.

2012-07-29 21:31:32
Kapal Tenggelam
Advertisement

Tak mau bayar ongkos kapal, 68 imigran gelap didamparkan ke Pulau Goa, Kab Sumenep, Madura, Jawa Timur, oleh nakhoda dan ABK Kapal Tongkang. Beruntung, para imigran asal Irak dan Iran itu diselamatkan polisi dan dievakuasi ke Markas Ditpolair Polda Jawa Timur, Sabtu (29/7), kemarin.

Selanjutnya, para imigran gelap itu, akan dilimpahkan ke pihak imigrasi Tanjung Perak, Surabaya.

Diceritakan, sebelum dievakuasi pihak Ditpolair, para imigran gelap ini ditemukan terdampar di Perairan Goa. Sementara Kapal Tongkang yang mereka tumpangi, diduga sengaja dikandaskan oleh nahkodanya. Nakhoda itu lalu melarikan diri bersama sejumlah ABK-nya.

Nahkoda dan sejumlah ABK yang hingga kini belum diketahui identitasnya itu, kini dinyatakan buron.

Menurut seorang anggota Polres Sumenep yang ikut mengawal para imigran gelap itu ke Ditpolair Polda Jawa Timur, para imigran ini hendak meminta suaka ke Australia.

"Tapi mereka tidak mau bayar ongkos kapalnya. Mungkin, nakhoda dan ABK-nya takut kalau sampai di Australia, bukan dibayar malah dibunuh, sehingga memutuskan untuk mengkandaskan kapalnya dan membiarkan para imigran ini terdampar," kata dia.

Informasinya, para imigran gelap ini datang ke Indonesia menggunakan pesawat. Sampai di Jakarta, mereka menempuh perjalanan darat sampai ke Surabaya.

"Dari Surabaya itulah mereka mendapatkan kapal kayu (Tongkang) menuju Australia. Namun kapalnya dikandaskan di Perairan Goa," lanjut dia.

Sementara Wakapolres Sumenep, Kompol Muhammad Fadil yang dikonfirmasi ketika berada di kantor Ditpolair Polda Jawa Timur, mengatakan kalau masalah imigran gelap ini sudah dilimpahkan ke pihak Ditpolair.

Sedang Kasi Penegakan Hukum Ditpolair, AKBP Sulistiyono, mengaku kalau pihaknya belum tahu kejadian pastinya. "Yang jelas mereka semuanya tidak punya identitas," katanya pendek.

Selanjutnya, para imigran ini akan ditampung di kantor imigrasi Tanjung Perak untuk dilakukan pendataan.(mdk/ian)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.