Tak ada penolakan warga, autopsi jenazah Siyono berjalan lancar
Ada 9 dokter forensik Muhammadiyah yang melakukan autopsi.
Autopsi yang dilakukan oleh tim ahli forensik PP Muhammadiyah terhadap jenazah terduga teroris Siyono di lokasi makam Sasana Laya Brengkungan, Desa Pogung, Kecamatan Cawas, Klaten, Jawa Tengah, berjalan lancar. Tak ada penolakan warga seperti yang disampaikan Kepala Desa Pogung Djoko Widoyo.
Pembongkaran makam Siyono dilakukan sekitar pukul 7.00 WIB dan dilanjutkan autopsi. Sekitar pukul 11.10 WIB proses autopsi berakhir. Proses autopsi yang berlangsung tertutup untuk media berlangsung dengan pengamanan yang sangat ketat dari polisi dan ribuan anggota Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam).
Anggota Komnas HAM Divisi Pemantauan, Hafiz Abbas mengatakan, ada 9 dokter forensik Muhammadiyah yang melakukan autopsi. Autopsi, kata dia juga dilakukan atas permintaan Komnas HAM.
"Kami menggandeng Muhammadiyah karena dinilai memiliki infrastruktur dan jaringan yang luas untuk memfasilitasi terlaksananya autopsi. Prinsipnya Muhammadiyah, bisa membantu proses keadilan yang dicari oleh Sudarmi, istri Siyono. Autopsi berjalan lancar, tak ada penolakan warga seperti yang diberitakan sebelumnya," ujarnya.
Ketua PP Muhammadiyah, Busyro Muqodas mengemukakan, pihaknya hanya memantau jalannya autopsi yang dilakukan Komnas HAM. Menurut dia, Komnas HAM sebagai lembaga negara yang sah mereka memiliki kewenangan untuk melakukan penyelidikan atas dugaan pelanggaran HAM dalam kasus meninggalnya Suyono.
"Proses autopsi independen ini harus dilakukan agar tidak ada yang ditutupi dalam kasus ini," pungkas Busyro.
Baca juga:
Autopsi jasad Siyono tetap dilakukan, lokasi di Yogya atau Sukoharjo
Tim forensik akan mengautopsi jenazah Siyono, penjagaan diperketat
Autopsi jenazah Siyono dimulai, situasi sempat mencekam
Autopsi jenazah Siyono tertutup, berlangsung sekitar 6 jam
Ini pembelaan Mabes Polri soal tewasnya Siyono di tangan Densus