LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Tahun politik, JK akui menteri pasti aktif kembali di partai

Tahun politik, JK akui menteri pasti aktif kembali di partai. Pemegang tampuk pemerintahan, ujar JK, tidak bisa melarang menteri kabinet kerja untuk berpolitik. Apalagi saat ini ada dua menteri yang diizinkan merangkap jabatan yakni Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan Menteri Sosial Idrus Marham.

2018-01-30 16:46:40
Wapres Jusuf Kalla
Advertisement

Memasuki tahun politik 2018, partai politik (parpol) mulai menggalang dukungan di pelbagai daerah di Tanah Air. Sejumlah menteri kabinet kerja yang berasal dari partai politik juga diprediksi mulai melibatkan diri dalam perpolitikan.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) tak memungkiri akan adanya menteri yang terlibat dalam aktivitas politik. Sebab, mereka berasal dari parpol.

"Itu karena memang tahun politik ini resmi tidak resmi pasti menteri-menteri yang berasal dari partai itu pasti aktif kembali di partainya," kata JK ditemui di kantornya pada Selasa (30/1).

Advertisement

Pemegang tampuk pemerintahan, ujar JK, tidak bisa melarang menteri kabinet kerja untuk berpolitik. Apalagi saat ini ada dua menteri yang diizinkan merangkap jabatan yakni Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan Menteri Sosial Idrus Marham.

Airlangga merangkap jadi Ketua Umum Partai Golkar sementara Idrus merangkap jadi Koordinator Bidang Hubungan Eksekutif Legislatif.

"Ya otomatis saja kan faktor keadilan begitu ada yang boleh tentu yang lain juga tentu tidak bisa dilarang lagi," ucapnya.

Advertisement

JK menuturkan, ada banyak alasan menteri melibatkan diri dalam dunia politik. Misalnya mengantisipasi tidak adanya aktivitas setelah nonaktif dari kabinet kerja.

"Setidaknya, malah ada yang kembali mencalonkan diri (jadi) anggota DPR takut nanti berhenti dari kabinet nanti nganggur," katanya.

JK juga mengakui keterlibatan menteri dalam dunia politik menyita waktu kerja di pemerintahan. Namun tidak berpengaruh secara signifikan pada kinerjanya.

"Secara jujur, waktunya tentu berkurang tapi secara kinerjanya saya kira enggak terlalu. Karena yang bekerja kan banyak dirjen-dirjen bukan hanya menterinya saja, tapi dia memimpin itu," ujar JK.

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.