LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Tahun 2017, virus H5N1 jadi perhatian utama Kemenkes

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Subuh, mengakui bahwa penyakit flu burung berasal dari virus H5N1 tetap berpotensi menyerang masyarakat Indonesia. Oleh sebab itu, pihaknya memberikan perhatian utama pada jenis penyakit tersebut.

2016-12-29 21:33:00
FLU BURUNG
Advertisement

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Subuh, mengakui bahwa penyakit flu burung berasal dari virus H5N1 tetap berpotensi menyerang masyarakat Indonesia. Oleh sebab itu, pihaknya memberikan perhatian utama pada jenis penyakit tersebut.

"Yang paling kita perhatikan adalah flu burung. Paling kita perlu waspadai adalah flu burung," ucap Subuh kepada awak media di kantor Kementerian Kesehatan, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (30/12).

Kewaspadaan tersebut ditetapkan Kemenkes berdasarkan tren penyakit dari negara-negara lain. Dirinya mencontohkan negara China yang merupakan salah satu negara di Asia yang banyak terjangkit virus H5N1. Sebab, angka kematian di negara tersebut cukup tinggi oleh penyakit flu burung.

Pengawasan pada negara China akan disamakan pada keadaan di Indonesia dan kemudian kemenkes akan mempersiapkan apa yang dibutuhkan. Subuh mengaku bahwa pihaknya telah menyiapkan sebuah program untuk mengatasi virus H5N1 tersebut di tahun depan.

"Kita siapkan Preparedness Influenza Program, kita sebut PIP," lanjutnya.

Menurutnya, hingga saat ini pihaknya belum menemukan vaksin untuk penyakit flu burung tersebut. Namun, obat Tamiflu merupakan salah satu obat untuk mencegah flu burung.

Obat Tamiflu tersebut akan di simpan di kementerian kesehatan pusat. Sebab, persediaan obat tersebut kurang lebih sebanyak 0,1 persen dari jumlah penduduk di Indonesia.

"Kematian paling besar pada flu burung karena terlambat mendapat Tamiflu. Kalau stok tidak terpakai tetap kita adakan, kita gak mau ada risiko," tandas Subuh.(mdk/ang)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.