LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Tahanan wanita di Polsek Wajo diperkosa dan dianiaya di sel

Peristiwa ini terjadi di dalam sel tahanan Polsek Wajo, Makassar, Jumat (19/1) lalu.

2014-01-25 04:37:00
Polisi
Advertisement

Malang benar nasib Har (24). Tahanan wanita yang menetap di Polsek Wajo, Makassar, ini diperkosa dan dianiaya oleh rekan sesama tahanan, Jumat (19/1) lalu.

Informasi yang diperoleh dari Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Hamidah Abdurrachman di tahanan tersebut ternyata tahanan pria dan wanita dicampur dalam satu sel. Namun, pihak Polsek Wajo justru mengatakan kepadanya peristiwa itu terjadi atas dasar suka sama suka.

"Anggota polsek mengatakan bahwa mereka suka sama suka, mereka terkesan menutup-nutupi kesalahan anggota. Ini kan ada anggota yang jelas-jelas terbukti tidak menjaga tahanan. Kalau dia tidak melakukan kan namanya dia lalai. Yang saya heran kenapa kok kesannya waktu itu sama sekali enggak ada polisi dan membiarkan itu terjadi. Karena saya sejak awal mengatakan itu bentuk perkosaan dan penganiayaan, juga kekerasan wanita dalam berbagai bentuk, seksual dan segala macam," kata Hamidah saat dihubungi merdeka.com, Jumat (24/1).

Hamidah mengaku prihatin dengan kejadian tersebut. Menurutnya kasus ini sudah keterlaluan karena menyusahkan para tahanan yang seharusnya dilindungi oleh pihak kepolisian.

"Saya heran dalam kasus Polsek Wajo ini kenapa pria bisa masuk ke tahanan wanita, nggak paham saya. Tugas anggota polisi di sana itu ngapain sebenarnya," kata Hamidah.

Topik pilihan: Pelecehan seksual | pencabulan

Menurut Hamidah, selama ini Polri memang kurang memperhatikan masalah kesejahteraan para tahanan, khususnya yang ditahan di polsek ataupun polres. Sudah seharusnya tahanan pria dan wanita bisa dipisahkan untuk mengantisipasi hal-hal seperti perkosaan hingga penganiayaan.

"Padahal sejak awal yang jelas saya sudah tidak setuju kalau tahanan sel pria dan wanita itu digabung. Yang saya lihat di polsek ataupun polres di daerah semua tahanan masih dicampur. Ini karena apa? Ini karena perhatian dari pihak Polri dari dulu memang enggak ada," ujarnya.

"Yang saya heran kenapa kok kesannya waktu (kejadian perkosaan) itu sama sekali enggak ada polisi dan membiarkan itu terjadi, beberapa anggota polsek di sana mengatakan bahwa mereka suka sama suka. Saya sejak awal yakin mengatakan itu perkosaan dan penganiayaan. Kekerasan wanita dalam berbagai bentuk, seksual dan segala macam," paparnya.

Terkait peristiwa tersebut, Hamidah mengaku telah melakukan koordinasi dengan Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri, Irjen Pol Suhardi Alius agar mau menangani kasus itu lebih serius. Sebab kasus ini secara tak langsung juga telah mencoreng nama baik institusi Polri.

"Saya juga sudah ketemu dengan Kabareskrim dan meminta beliau menyampaikan ke Kapolri. Beliau juga ternyata sudah mendapat laporan mengenai kasus ini dan akan segera ditindaklanjuti. Karena percuma juga kalau cuma Kompolnas yang teriak-teriak kalau pimpinan Polri tidak turun tangan langsung," imbuh Hamidah.

Baca juga:
Ironis, tahanan pria-wanita di Indonesia masih dijadikan satu
Satpam hotel perkosa tamu ABG dalam kamar
Dua hari hilang, ABG wanita disetubuhi pacar di rumah kosong
Di Indonesia, kasus perkosaan malah dianggap kesalahan perempuan
ABG ditakut-takuti ada razia, dibawa ke hotel lalu diperkosa

Advertisement
(mdk/dan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.