Tahanan BNN yang kabur bisa diancam hukuman mati
Hal ini mengingat besarnya jumlah barang bukti serta tindakan fatal mereka.
Kaburnya 10 orang tahanan dari Rutan Badan Narkotika Nasional (BNN) di Cawang, Jakarta Timur, ternyata melibatkan bantuan dari petugas Rutan. Saat ini petugas yang terlibat itu masih dalam proses penyidikan oleh pihak penegak hukum.
Hal itu diakui sendiri oleh Kepala BNN, Komjen Anang Iskandar, saat keterangan pers penangkapan kembali 9 dari 10 tahanan yang kabur tersebut
"Mereka lari dibantu oleh penjaga tahanan. Yang jelas ada yang bantu. Sekarang ini lagi disidik," ujar Anang Iskandar di kantor BNN, Jalan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, Sabtu (9/5).
Anang mengaku tak menutup kemungkinan kesepuluh tahanan BNN yang kabur itu, nantinya bisa diancam dengan ancaman hukuman mati, mengingat besarnya jumlah barang bukti serta tindakan fatal mereka.
"Yang jelas mereka 10 orang ini bersama-sama keluarganya. Mereka bisa terancam hukuman mati," ujar Anang.
Saat ini BNN fokus mencari satu tahanan terakhir yang masih belum dapat ditangkap, yaitu Usman alias Raoh (42). BNN bekerja sama dengan sejumlah pihak untuk melakukan perburuan kepada satu orang buronan tersebut.
Sebelumnya, sebanyak 10 tahanan BNN berhasil kabur pada Selasa, (31/3) silam, setelah menjebol tembok rutan BNN, di Jalan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur.
Sepuluh tahanan ini kabur dari rumah tahanan BNN pada Selasa 31 Maret lalu. Lima tahanan yang kabur di antaranya merupakan jaringan Aceh dalam kasus peredaran narkoba jenis sabu, sejumlah 77,3 kilogram. Lima lainnya adalah sindikat narkoba Tanah Abang-Karawang.
Berikut ini identitas 5 sindikat narkoba Tanah Abang-Karawang:
1. Apip Apriansyah, pria berusia 33 tahun. Warga Kecamatan Cipayung, Kota Depok. Kepala plontos.
2. M. Husen, pria usia 42 tahun. Warga Karawang Timur, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Kepala plontos dan kulit gelap.
3. Franky Gozali alias Thomas, warga Kecamatan Maricaya, Makassar. Rambut tipis, mata sipit, dan kulit putih.
4. Erik Yustin, warga Kelurahan Katulampa, Kabupaten Bogor. Rambut tipis, berkumis dan jenggot.
5. Harry Radiawan alias Pak De, warga Merpati Raya, Bekasi Barat. Rambut tipis, berkumis dan jenggot, kulit gelap.
Kemudian inilah identitas 5 tahanan narkoba sindikat Aceh:
1. Abdullah alias Dulah bin almarhum Zakaria, pria usia 35 tahun. Warga Langsa Baro, Kabupaten Aceh Timur, Aceh. Rambut tipis dan berbadan tambun.
2. Samsul Bahri alias Kombet bin almarhum Sulaeman. Warga Kecamatan Julok, Aceh Timur. Kulit gelap.
3. Hamdani Razali alias Ham alias Dani bin Razali, pria usia 36 tahun. Warga Kecamatan Darul Aman, Kabupaten Aceh Timur. Warna kulit putih.
4. Hasan Basri bin almarhum Mabeni, pria usia 35 tahun. Warga Kecamatan Idi Timur, Aceh Timur. Rambut tipis.
5. Usman alias Raoh alias Uh bin almarhum Syeh, pria usia 42 tahun. Warga Kecamatan Peurelak Barat, Aceh Timur.
Baca juga:
BNN: Tahanan kabur karena dibantu seorang penjaga Rutan
Tahanan BNN kabur jebol sel diringkus di Malaysia
Brownies sampai rokok mengandung ganja dimusnahkan BNN
2 Bulan kabur, sepuluh tahanan BNN masih misterius