LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Syukuran kekalahan Ahok, Masjid Jogokariyan sembelih kerbau

Syukuran kekalahan Ahok, Masjid Jogokariyan sembelih kerbau. Ustaz Jazir, salah seorang tokoh di Masjid Jogokariyan, menambahkan, penyembelihan kerbau memiliki makna filosofis tersendiri. Kerbau, sambung Jazir, dikenal sebagai hewan yang dungu dan gampang dipengaruhi.

2017-04-22 02:04:00
Pilgub DKI
Advertisement

Hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei di Pilkada DKI Jakarta putaran kedua menempatkan pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat kalah dari pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Sebagai ucapan syukur, Masjid Jogokariyan menggelar syukuran dengan menyembelih seekor kerbau.

Menurut Ketua I Takmir Masjid Jogokariyan, Muhammad Salim A Fillah, kerbau yang disembelih tersebut dibeli dari uang urunan jemaah Masjid Jogokariyan. Kerbau itu disembelih dan kemudian dagingnya dibagikan kepada jemaah Masjid Jogokariyan.

"Kerbau disembelih pada Kamis (20/4) sore. Selesai disembelih, dagingnya kami bagikan kepada jemaah usai Salat Jumat," ujar Salim, Jumat (21/4).

Syukuran di Masjid Jogokariyan ©2017 Merdeka.com/purnomo

Advertisement

Salim menambahkan, daging kerbau sebanyak 130 kilogram itu diolah menjadi rendang, kicik dan sate goreng. Olahan daging kerbau, lanjut Salim, dibungkus bersama nasi kemudian dibagikan kepada 1.200 jemaah Masjid Jogokariyan.

"Tadi jumlah jemaah melebihi jumlah jemaah Salat Jumat biasanya. Jadi tadi tidak semua jemaah mendapatkan daging kerbau," ungkap Salim.

Ustaz Jazir, salah seorang tokoh di Masjid Jogokariyan, menambahkan, penyembelihan kerbau memiliki makna filosofis tersendiri. Kerbau, sambung Jazir, dikenal sebagai hewan yang dungu dan gampang dipengaruhi.

"Makanya ada peribahasa bagai kerbau dicocok hidungnya. Kami simbolkan bahwa selama ini masyarakat diberlakukan seperti kerbau. Gampang dipengaruhi. Tetapi di Pilkada DKI Jakarta, rakyat sudah cerdas dan tidak lagi menjadi kerbau dungu dalam menentukan pilihannya," urai Jazir.

Baca juga:
Ahok kalah di pilgub, balai kota dibanjiri karangan bunga dukungan
Partisipasi pemilih di Pilgub DKI putaran kedua melampaui target
Gerindra heran foto syur mirip Aryo muncul usai Anies menang
Hanura sebut Ahok-Djarot kalah karena isu agama bukan sembako
KPU DKI: Jika tak ada gugatan MK, penetapan gubernur tanggal 4 Mei
Sumarno: Rekapitulasi tingkat kecamatan rampung tanggal 26 April
PDIP bakal evaluasi kekalahan Ahok-Djarot di Pilgub DKI

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.