Susi sempat ingin tutup perusahaan penerbangannya
Pesawat kecil jenis PK VVQ yang jatuh di Kalimantan Timur, baru terbang selama 2400 jam.
Susi Air menyesalkan peristiwa terjadinya kecelakaan maut pesawatnya di Kalimantan Timur yang menewaskan dua orang. Satu orang pilot bernama Jonathan James Wilis warga negara Afrika Selatan, dan satu lagi seorang surveyor dari PT Surteth, Ian Mc Douglas asal Australia.
Pemilik Perusahaan Penerbangan Susi Air, Susi Pudjiastuti mengatakan pesawat kecil jenis PK VVQ, baru terbang 2400 jam. Perseroan selalu rutin melakukan perawatan."Setiap 100 jam sekali pesawat itu dilakukan maintenence," ujarnya.
Dia mengakui jika dirinya sempat berpikir untuk menutup salah satu perusahaannya tersebut karena adanya insiden kecelakaan. "Kalau turuti hati, saya mau tutup Susi Air" katanya kepada merdeka.com di kantornya, menteng, Jakarta Pusat, Kamis (264).
Sebelumnya, pesawat Susi Air yang membawa penumpang untuk melakukan survei terjatuh di Desa Muaritan, Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur. Menteri Perhubungan EE Mangindaan memerintahkan Basarnas dan KNKT ke Kutai Kertanegara. Kedua lembaga ini ditugaskan untuk memeriksa penyebab kecelakaan pesawat milik maskapai Susi Air.
(mdk/arr)