LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Susi Pudjiastuti Tak Setuju Nelayan Jawa Dikirim ke Natuna

Ia juga tak ingin jika di Natuna dikatakan tak ada nelayan. Karena, informasi soal adanya kapal asing masuk ke Laut Natuna Utara itu adalah sumber dari nelayan.

2020-01-20 22:05:00
Susi Pudjiastuti
Advertisement

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengaku tak setuju terkait rencana pemerintah untuk mengirim nelayan dari Jawa ke laut Natuna Utara. Menurutnya, pengiriman nelayan itu bukan merupakan solusi untuk menyelesaikan permasalahan yang kini terjadi di Natuna.

"Saya tidak setuju ada yang bilang kalau mau aman, ya diisi nelayan banyak-banyak. Bukan itu, kalau mereka mau ambil, ya ambil," kata Susi dalam diskusi 'Sengketa Natuna dan Kebijakan Kelautan' di Kantor DPP PKS, Jakarta Selatan, Senin (20/1).

Ia juga tak ingin jika di Natuna dikatakan tak ada nelayan. Karena, informasi soal adanya kapal asing masuk ke Laut Natuna Utara itu adalah sumber dari nelayan.

Advertisement

"Jadi, saya tidak setuju kalau dibilang tidak ada nelayan. Lah wong nelayan Natuna yang teriak kalau ada ikan di sana, kalau tidak ada video dari nelayan," ujarnya.

Perkuat ZEE

Menurutnya, yang terpenting dalam masalah pencurian ikan kapal China di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia di Laut Natuna Utara adalah kebijakan dan konsistensi.

Advertisement

"Kewibawaan kita yang bisa kita tunjukkan adalah konsistensi, investasi itu berbeda. Jadi, itu yang sebetulnya mesti kita lakukan secara berkelanjutan (continue)," ucapnya.

Tak hanya itu, ia ingin patroli di perairan Natuna Utara harus tetap diadakan. Karena, Kapal China akan kembali lagi ke ZEE Indonesia di Laut Natuna Utara, jika hanya diusir saja.

"Patroli harus menegakkan hukum, kalau diusir menurut saya ya sia-sia dan wasting money. Kalau ada deterrent effect mungkin intensitasnya berkurang," pungkasnya.

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.