Suryo Prabowo Sarankan Jenderal Non Job Pensiun Dini Seperti di Korea
Mantan Kepala Staf Umum Tentara Nasional Indonesia (TNI) Johannes Suryo Prabowo mengusulkan para perwira tinggi non job dipensiunkan dini dan disiapkan segala jaminannya ketimbang masuk ke jabatan publik.
Mantan Kepala Staf Umum Tentara Nasional Indonesia (TNI) Johannes Suryo Prabowo mengusulkan para perwira tinggi non job dipensiunkan dini dan disiapkan segala jaminannya ketimbang masuk ke jabatan publik. Hal ini menanggapi banyaknya perwira tinggi yang terlalu banyak di TNI sehingga tak mendapatkan jabatan.
Usulan itu tercetus setelah berkaca dari Korea Selatan. Menurut Johannes, para tentara negara ginseng tersebut akan mengajukan pengunduran diri jika dalam rentang waktu 5 hingga 10 tahun tidak ada kenaikan pangkat.
"Contoh Korea Selatan sudah sekian tahun tidak naik pangkat dia harus cuti, pensiun," ujarnya dalam diskusi di Kantor BPN, Jakarta, Selasa (5/3).
Sementara itu, meski para perwira ditawari jabatan sipil, dia meyakini banyak perwira tidak akan menerima tawaran tersebut dengan alasan sumpah setia menjadi alat pertahanan negara.
Sebelumnya, isu TNI masuk lembaga sipil dan dwifungsi hidup kembali merebak setelah Presiden Jokowi mengumumkan akan menambah 60 pos jabatan baru untuk pati TNI. TNI berencana menambah pos jabatan baru bagi jabatan perwira tinggi di lingkup internal serta di kementerian dan lembaga. Jabatan baru ini salah satunya bertujuan menampung perwira tinggi yang bertumpuk di TNI.
Sementara itu, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menegaskan kembali aktifnya dwifungsi TNI adalah omong kosong. Hal itu diutarakan Hadi saat berpidato di depan Komunitas Perwira Hukum TNI.
"Tak benar bahwa dwifungsi TNI akan seolah bangkit kembali, ini enggak benar. Omong kosong," kata Hadi dalam teks pidatonya yang dibacakan oleh Irjen TNI, Letjen Herindra di Aula Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (5/3).
Baca juga:
Panglima TNI Tegaskan Isu Kebangkitan Dwifungsi TNI Hanya Omong Kosong
Kronologis Penangkapan Anggota TNI yang Terlibat Peredaran 48 Ribu Pil Ekstasi
Bersama Warga Perbatasan, TNI Padamkan Karhutla Pakai Penyemprot Rumput
Mengintip Latihan Prajurit TNI Jadi Pasukan Perdamaian Dunia
600 Prajurit TNI Dikerahkan Amankan Pembangunan Trans Papua
Kemendikbud Diminta Gunakan Guru Honorer Ketimbang Gaet TNI Aktif