Surveilans Fokus pada Covid-19, IDAI Ingatkan Risiko KLB Campak
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan pemerintah soal risiko kejadian luar biasa (KLB) campak di Indonesia. Pelacakan kasus penyakit ini dikhawatirkan menurun akibat surveilans kini fokus pada pengendalian Covid-19.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan pemerintah soal risiko kejadian luar biasa (KLB) campak di Indonesia. Pelacakan kasus penyakit ini dikhawatirkan menurun akibat surveilans kini fokus pada pengendalian Covid-19.
Analisis risiko campak di Indonesia berangkat dari data kasus konfirmasi yang mengalami penurunan sejak 2017 hingga 2020. Sejalan dengan angka kejadian, imunisasi campak juga menurun.
"Kita perlu waspada, cakupan yang menurun ini mungkin sekali karena surveilans atau pelacakan kasus campak menurun akibat petugas konsentrasi pada Covid-19. Oleh karena itu, ini rentan berpotensi KLB campak," kata Ketua Bidang Humas dan Pengurus Pusat IDAI Hartono Gunardi dalam Webinar Pekan Imunisasi Dunia 2021, Senin (10/5).
Untuk mengantisipasi munculnya KLB campak, Hartono meminta orang tua melakukan empat hal. Pertama, tetap memberikan air susu ibu (ASI) kepada anak. Kedua, memberikan nutrisi cukup kepada anak.
"Ketiga, perhatikan perilaku hidup bersih dengan air bersih. Kemudian, dilengkapi dengan kekebalannya sistem imunisasi lengkap," ujarnya.
Senada dengan Hartono, Sekretaris Satgas Imunisasi IDAI Soedjatmiko menyarankan orang tua untuk melengkapi imunisasi anaknya agar terhindar dari penyakit. Menurutnya, anak yang tidak mendapatkan imunisasi lengkap memiliki kekebalan tubuh kurang baik sehingga rentan tertular penyakit.
Baca juga:
Imunisasi Campak di Tengah Pandemi
Gejala Campak yang Mudah Dikenali Sejak Dini, Ketahui Penyebab dan Cara Pencegahannya
Orang Tua di Jerman Bakal Kena Denda Jika Tidak Vaksin Campak ke Anak
Imunisasi MR di Riau Tak Mencapai Target
Vaksin campak-rubella di Mimika masih rendah, ada 8 sekolah tak tersentuh
'Kalau vaksinasi MR gagal, Indonesia siap-siap KLB campak lagi'