Surono minta tim waspadai 3 hal saat evakuasi jasad Eri
Surono juga meminta tim berhati-hati saat turun ke kawah lantaran sangat panas dan pijakannya mudah longsor.
Kejadian berswafoto berujung maut menimpa Erri Yunarto. Mahasiswa semester VI Jurusan Teknik Industri Universitas Atma Jaya Yogyakarta itu terjatuh ke dalam kawah Gunung Merapi saat dia nekat mendaki Puncak Garuda dan berfoto-foto pada Sabtu (16/5) pekan lalu.
Meski begitu, tim penyelamat berhasil menemukan posisi jasad Eri. Tetapi, proses evakuasi tidak mudah lantaran kendala cuaca, letak dan medan, serta aktivitas vulkanik di kawah itu.
Kepala Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral, Surono, meminta tim evakuasi mewaspadai tiga hal demi keselamatan dan keamanan. Sebab, dia tidak ingin tim penyelamat justru malah celaka.
"Gas beracun yang berbahaya itu ada CO, CO2 dan H2S pekat, ini harus diwaspadai, jangan sampai terhirup. Kalau turun ke bawah gunakan masker yang full face," kata Surono kepada wartawan di Yogyakarta, Senin (18/5).
Selain gas berbahaya itu, Surono juga meminta para tim berhati-hati dengan suhu panas dari kawah yang berbentuk uap. Uap panas dari kawah itu bisa mencapai suhu 100 sampai 400 derajat Celcius.
"Saya mendapat informasi range suhunya sampai 100-400 derajat Celsius, tapi nanti ini akan diukur kembali," ujar Surono.
Surono juga berpesan supaya tim evakuasi juga berhati-hati saat turun ke kawah. Sebab, sejak erupsi 2010 lalu, kondisi batuan di bibir kawah masih labil dan rentan longsor.
"Batuannya masih belum stabil betul, takutnya malah longsor, jatuh dan membahayakan tim SAR. Itu yang harus benar-benar diperhatikan," tandas Surono.(mdk/ary)