LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Surat santri keluhkan ayah kecanduan togel ternyata juara I lomba

Surat santri keluhkan ayah ketagihan togel ternyata juara I lomba menulis. Lomba penulisan surat pada Bupati ditujukan untuk menggali kemampuan menulis anak. Lewat surat, anak dibebaskan mengekspresikan pengalaman juga harapannya terhadap Bupati.

2017-06-15 21:38:00
Togel
Advertisement

Surat santri TPQ untuk bupati Purbalingga yang berisi curhatan karena orang tuanya kecanduan judi totoan gelap (togel), mencuri perhatian banyak kalangan usai diunggah ke media sosial.

Surat itu diketahui mendapat juara 1 lomba menulis surat untuk Bupati Purbalingga yang diikuti ratusan siswa Sekolah Dasar (SD), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Diniyah dan Taman Pendidikan Quran (TPQ) di seluruh Kabupaten Purbalingga dalam agenda Gema Ramadan.

"Surat itu murni ditulis oleh anak TPQ. Kami tidak membatasi kriteria tulisan, anak menulis dengan bahasanya sendiri," kata Ketua Panitia Gema Ramadan, Ali Imron, Kamis (15/6).

Advertisement

Menurut Imron, lomba penulisan surat pada Bupati ditujukan untuk menggali kemampuan menulis anak. Lewat surat, anak dibebaskan mengekspresikan pengalaman juga harapannya terhadap Bupati.

Ali Imron menilai, peredaran togel yang disinggung santri TPQ dalam suratnya memang terjadi massif di Purbalingga. Togel bahkan menyasar pelajar di tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga SMA bahkan pendidik. "Togel memang sudah meresahkan", kata Imron.

Pemkab Purbalingga bahkan pernah menyerukan tema khotbah Jumat di seluruh masjid mengangkat tema togel. Tujuannya untuk memberikan pencerahan kepada semua masyarakat Purbalingga terkait larangan Togel dan perjudian baik secara hukum negara maupun hukum agama.

Advertisement

Curahan hati bocah belia tentang keluarganya itu ditulis dengan bahasa lugas dan lugu. Berikut isi suratnya:

"Saya memohon kepada Bapak Bupati Purbalingga. Saya tidak ingin orang tua saya membeli no TOGEL, karena no TOGEL haram. Saya ingin no Togel harap cepat diberantas/dihapus.

Kenapa saya memberi informasi seperti ini? karena ayah saya selalu membeli no TOGEL. Sampai-sampai uang makan untuk makan keluarga tidak cukup untuk kebutuhan, karena ayah saya selalu membeli no TOGEL.

Bapak Bupati dan ibu wakil bupati yang saya hormati, saya ingin no TOGEL dihapus.

Dengan ini, saya meminta permintaan 2 saja, yaitu:

1. Bagaimana memberantas no "TOGEL"

2. Bagaimana caranya agar ayah saya tidak membeli no TOGEL"

Bapak Bupati dan ibu wakil bupati yang terhormat, saya adalah anak dari ayah saya. Saya sering melihat ayah saya membeli no TOGEL. Jadi saya memberi informasi tentang ayah saya. Saya sering melarangnya, tetapi ayah saya tetap membelinya.

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.