Surabaya diguyur hujan es dan angin kencang, banyak pohon tumbang
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Klas I Juanda-Surabaya, Albertus Kusbagio mengatakan, hujan es berasal dari awan Cumulunimbus (Cb) yang cukup besar. Saat berada di atas awan, gumpalan es itu terlalu besar, sehingga tidak mencair dan jatuh ke bumi berupa butir-butir es.
Kota Surabaya, Jawa Timur, diguyur hujan deras disertai angin kencang pada Selasa sore (7/3). Akibatnya, pohon-pohon tumbang di beberapa titik. Pohon tumbang terjadi di Jalan A Yani, Jemursari, Tenggilis dan beberapa lokasi lain.
"Hujan terjadi sekitar pukul 15.30 WIB," kata Faisal, salah satu warga kos di Jalan Wonocolo, Surabaya.
Bapak satu anak asal Madura ini juga menyebut, hujan yang terjadi sore ini juga disertai dengan butiran-butiran es. Kabarnya, kata dia, kaca di Gedung Graha Pena, Jalan A Yani, pecah terkeba hempasan butiran hujan es.
"Hujannya cukup deras, disertai dengan angin kencang. Di Gayungsari, karena anginnya cukup kencang, pohon-pohon bergoyang-goyang. Bahkan, tenda besar di gedung perkantoran terlihat tak kuat menahan terjangan angin," jelasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Klas I Juanda-Surabaya, Albertus Kusbagio mengatakan, hujan es berasal dari awan Cumulunimbus (Cb) yang cukup besar. Saat berada di atas awan, gumpalan es itu terlalu besar, sehingga tidak mencair dan jatuh ke bumi berupa butir-butir es.
"Saat jatuh sampai ke tanah masih ada yang berupa butiran es. Dalam istilah metereologi, (hujan es) itu disebut hail," kata Albertus.
Baca juga:
Diterjang banjir, jembatan Boyolali-Merapi ambrol
Ratusan rumah tiga desa di Kudus rusak diterjang angin kencang
Baliho roboh menimpa taksi di depan RS Harapan Kita
Puncak dan Bogor diguyur hujan sejak pagi, Katulampa masih siaga IV
Terseret ombak, pelajar hilang di Pantai Kaibon Kebumen
Potret penderitaan warga Brasil dilanda kekeringan parah
BMKG imbau masyarakat Banyuwangi waspada cuaca buruk