LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Superhero juga butuh teman

"Jadi, analogi yang selalu saya kemukakan kepada teman-teman itu, superhero saja perlu teman."

2016-04-27 10:17:00
Merdeka Coverstory
Advertisement

Menjadi posisi yang berada di pucuk perusahaan, bukan berarti paling cerdas dan paling kuat. Itulah yang sering diutarakan oleh CEO XL Axiata, Dian Siswarini, kepada bawahannya. Dian mengakui, memberikan ruang kepada bawahannya untuk selalu mengembangkan diri.

Tujuannya, tentu selain setiap individu bisa berkembang, juga menyatukan bawahannya agar bisa saling bersinergi satu dengan yang lainnya.

"Jadi, analogi yang selalu saya kemukakan kepada teman-teman itu, superhero saja perlu
teman. Artinya saya juga gak bisa sendirian," ujarnya.

Dian percaya, bahwa dengan cara tersebut juga mampu memberikan suasana kerja yang nyaman dan berimbas terhadap kesuksesan perusahaan. Maklum, persaingan di industri telekomunikasi semakin sengit, oleh sebab itu dibutuhkan pemimpin yang mau merangkul
seluruh bawahannya untuk bersama-sama membangun perusahaan.

"Saya memposisikan diri saya ke teman-teman di XL bukan sebagai pribadi yang paling pintar, paling kuat. Saya hanya menyatukan teman-teman, agar bisa berinteraksi secara positif sehingga menciptakan sesuatu yang bersinergi untuk perusahaan," katanya.

Ada yang menarik saat dirinya kali pertama didapuk sebagai CEO. Karena menginginkan semua tim bisa bersinergi, maka dia melakukan program militer ke karyawan XL Axiata setingkat Manajer ke atas. Sontak, saat rencana itu digulirkan ke bawahannya, pro dan kontra terjadi. Berbagai macam persepsi muncul di benak para bawahannya. Namun, ia lebih memilih diam dan mewajibakan yang ditunjuk untuk ikut.

"Awalnya memang penuh dengan pro dan kontra. Tapi setelah pendidikan semua pada mengapresiasi ya dan bahkan pada ketawa-ketawa semuanya. Bagi mereka ini merupakan
pengalaman yang benar-benar tidak terlupakan. Walaupun memang terbilang lumayan berat
sih," jelasnya.

Terlepas dari itu, bagi dia, seorang pemimpin perusahaan tidak bisa sendiri menjalankan roda-roda perusahaan. Dibutuhkan partner kerja untuk mewujudkan rencana besar secara
bersama-sama.

Baca juga:
Berkah meletakkan mimpi setinggi langit
Dari panjat tower sampai jadi CEO
Cara RI melawan ISIS, tanpa harus gabung koalisi militer Saudi
Investor asing dan perkembangan industri film di Indonesia
Sineas Indonesia kian mendunia

(mdk/war)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.