LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Sungai tercemar limbah tahu, puluhan warga Pamekasan gatal-gatal

Warga yang kesal berniat membongkar pabrik.

2015-10-16 14:15:24
pencemaran lingkungan
Advertisement

Warga Desa Nyalabu, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur sudah tidak tahan dengan ulah pabrik tahu di sana. Sebab limbah pabrik yang dibuang sembarangan ke sungai, menyebabkan warga gatal-gatal. Warga yang emosi, berniat menggeruduk dan membongkar paksa pabrik.

Berkat upaya pembinaan dan penyadaran yang dilakukan oleh Babinsa di desa itu, masyarakat akhirnya menempuh jalur musyawarah dengan mendatangi kantor Kecamatan Kota Pamekasan.

Pembuangan limbah tahu ke aliran sungai itu berdampak pada kesehatan masyarakat setempat, karena sungai yang menjadi pembuangan limbah pabrik tahu itu selama ini menjadi tempat mandi masyarakat setempat.

"Kami sedang mencari solusi alternatif guna menyelesaikan permasalahan yang dihadapi warga Desa Nyalabu ini bersama Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pamekasan," kata Camat Kota Pamekasan Saudi Rahman seusai menemui perwakilan warga di kantor kecamatan setempat, Jumat (16/10). Demikian tulis Antara.

Warga yang memprotes pembuangan limbah pabrik tahu ke sungai desa yang selama ini menjadi tempat pemandian warga ke Kecamatan Kota, Pamekasan, Jumat (16/10) ini merupakan kali kedua.

Pada 7 Oktober 2015, warga Dusun Lembena, Desa Nyalabu Laok ini juga sempat mendatangi kantor Kecamatan Kota Pamekasan memprotes pembuangan limbah pabrik tahu di desa mereka.

Kala itu Camat Saudi Rahman berjanji akan segera meninjau lokasi pembuangan limbah bersama Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pamekasan, dan telah meminta agar pengelola pabrik tahu tidak membuah limbah ke sungai.

"Hari ini kami datang lagi ke sini, karena belum ada perubahan. Padahal sungai yang menjadi tempat pembuangan limbah di desa kami dijadikan tempat mandi warga sehari-hari," kata juru bicara warga Budi Irawan.

Tidak hanya itu saja, perwakilan masyarakat Desa Nyalabu ini juga meminta pertanggung jawaban pihak perusahaan, karena limbah yang dibuang ke sungai itu telah menyebabkan puluhan warga menderita gatal-gatal.(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.